Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Pelaku Serangan Siber Brain Cipher Ransomware, Apa sih itu? Yuk, Simak!

Pelaku Serangan Siber Brain Cipher Ransomware, Apa sih itu? Yuk, Simak!

Nasional Rabu, 3 Juli 2024 11:39 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
ilusttrasi hecker (sumber: fajar.co.id)

Advertisement

GazanaPublika.com – Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) di Indonesia mengalami serangan siber besar-besaran yang diidentifikasi sebagai Brain Cipher Ransomware, varian terbaru dari ransomware Lockbit 3.0. Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hinsa Siburian, mengonfirmasi bahwa serangan ini telah menyebabkan gangguan signifikan pada 210 instansi pemerintah di pusat dan daerah.

Detail Serangan Brain Cipher Ransomware

Advertisement

Dalam konferensi pers di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Jakarta, pada Senin (24/6/2024), Hinsa menjelaskan bahwa Brain Cipher Ransomware adalah jenis serangan malware yang berfokus pada motif finansial. Para pelaku biasanya meminta uang tebusan dengan ancaman mempublikasikan data pribadi korban atau memblokir akses ke layanan secara permanen.

“Insiden pusat data sementara ini adalah serangan siber dalam bentuk ransomware dengan nama Brain Cipher Ransomware. Ransomware ini adalah pengembangan terbaru dari ransomware Lockbit 3.0,” ujar Hinsa.

Asal Usul Brain Cipher Ransomware

Brain Cipher merupakan ransomware yang baru muncul dalam dunia peretasan. Menurut laporan dari Broadcom/Symantec yang dirilis pada 16 Juni 2024, Brain Cipher adalah varian baru dari Lockbit yang diketahui melakukan pemerasan ganda. Para penyerang tidak hanya mengenkripsi data tetapi juga menyusup ke data sensitif dan meminta tebusan melalui situs web Onion mereka.

BACA JUGA:  Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Meski taktik, teknik, dan prosedur spesifik yang digunakan oleh Brain Cipher belum sepenuhnya diketahui, Symantec menduga metode yang biasa digunakan termasuk Initial Access Brokers (IABs), phishing, mengeksploitasi kerentanan pada aplikasi publik, atau pengaturan Remote Desktop Protocol (RDP) yang kurang aman.

Menurut data yang tersedia, Lockbit 3.0 adalah salah satu varian ransomware paling aktif di dunia, dikenal karena metode serangan yang agresif dan canggih. Lockbit pertama kali muncul pada September 2019 dan telah mengalami beberapa evolusi, dengan Lockbit 3.0 sebagai versi terbaru yang diluncurkan pada pertengahan 2023. Lockbit terkenal karena taktik “pemerasan ganda,” di mana mereka tidak hanya mengenkripsi data tetapi juga mengancam akan mempublikasikan data sensitif yang dicuri jika tebusan tidak dibayar.

Peristiwa Sebelumnya

Serangan ini telah melemahkan PDNS 2 di Surabaya, yang menyebabkan kelumpuhan beberapa layanan publik, termasuk layanan imigrasi. Akibat serangan ini, para pelaku meminta tebusan sebesar US$8 juta atau setara dengan Rp131 miliar.

BACA JUGA:  OTT KPK: Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Resmi Ditangkap

Hinsa menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memenuhi tuntutan tebusan tersebut. “Kami tidak akan menyerah pada pemerasan. Prioritas kami adalah memulihkan layanan publik secepat mungkin dan memperkuat sistem keamanan siber untuk mencegah serangan serupa di masa depan,” katanya.

Pemerintah Indonesia, melalui BSSN dan instansi terkait, bekerja keras untuk memulihkan layanan yang terdampak. Langkah-langkah yang diambil termasuk memperkuat infrastruktur keamanan, meningkatkan kesadaran akan ancaman siber, dan memperbarui kebijakan serta prosedur untuk menghadapi serangan di masa mendatang.

Dalam kasus Brain Cipher, nama ini mulai dikenal setelah serangan pada PDNS dan laporan dari Symantec. Ransomware ini menunjukkan pola serangan yang mirip dengan varian sebelumnya tetapi dengan beberapa peningkatan teknis yang membuatnya lebih sulit dideteksi dan diatasi.

Serangan Brain Cipher Ransomware ini menyoroti kerentanan sistem siber di Indonesia dan menegaskan kebutuhan mendesak untuk memperkuat pertahanan siber nasional. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kesiapan dan respons terhadap ancaman siber demi melindungi data dan layanan publik dari serangan yang semakin canggih.

Sumber: cnnindonesia.com

Advertisement

Kasus Teknologi
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version