Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » PBNU Perintahkan: Tarik Buku Sejarah Pendirian NU yang Menyimpang

PBNU Perintahkan: Tarik Buku Sejarah Pendirian NU yang Menyimpang

Nasional Senin, 29 Juli 2024 14:29 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Ketua PBNU: Gus Yahya Cholil Staquf (Fajar.co.id)

Advertisement

GazanaPublika.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah mengeluarkan instruksi tegas terkait adanya buku bermuatan sejarah NU yang dianggap menyimpang dari keaslian sejarahnya. Dalam konferensi pers di Hotel Bidakara, Jakarta, Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) meminta lembaga pendidikan, khususnya pesantren-pesantren, untuk melakukan tindakan segera terhadap buku-buku yang tidak sesuai dengan sejarah asli NU.

Gus Yahya menyebutkan bahwa laporan yang diterima menunjukkan adanya buku-buku yang menyajikan narasi sejarah yang tidak akurat mengenai pendirian NU.

Advertisement

“Kami memerintahkan kepada lembaga pendidikan Rabithah Ma’ahid al Islamiyah untuk melakukan penelitian mendalam mengenai buku-buku tersebut. Jika terbukti menyimpang, buku-buku ini harus ditarik dari peredaran,” kata Gus Yahya (28/7/2024)

BACA JUGA:  Apresiasi Budayawan Cianjur Atas Pengukuhan Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa

Ia menjelaskan bahwa buku-buku ini saat ini digunakan sebagai referensi dan bahan ajar di beberapa madrasah di bawah naungan NU.

“Bahan ajar yang menyimpang dari sejarah yang benar dapat merusak pemahaman dan ajaran kepada generasi mendatang. Karena itu, penarikan dan pencabutan dari peredaran adalah langkah yang sangat penting,” tambahnya.

Selain masalah buku sejarah, rapat pleno PBNU juga menghasilkan keputusan penting di bidang pendidikan. PBNU menetapkan aturan baru mengenai masa jabatan rektor di perguruan tinggi yang berada di bawah naungan NU.

“Kami telah menandatangani aturan mengenai masa jabatan rektor di universitas dan institut NU. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan struktur yang jelas dan efisien dalam pengelolaan perguruan tinggi,” ungkap Gus Yahya.

BACA JUGA:  Kejari Kabupaten Bandung Nyatakan Berkas Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Taufik Hidayat Lengkap

Lebih lanjut, PBNU mengumumkan peluncuran program Akademi Kepemimpinan NU, yang akan dimulai pada Agustus tahun depan. Program ini dirancang untuk mempersiapkan kader NU dengan kepemimpinan internasional dan diharapkan akan memperkuat kapasitas kepemimpinan NU di kancah global. “Kami memberi waktu satu tahun bagi kader yang berminat untuk mempersiapkan diri sebelum program dimulai. Ini adalah kesempatan besar untuk mengembangkan kepemimpinan yang berwawasan internasional,” jelas Gus Yahya.

Keputusan-keputusan ini diharapkan dapat memperkuat integritas sejarah NU dan meningkatkan kualitas kepemimpinan serta pengelolaan pendidikan di lingkungan NU.

Sumber: detik.com

Advertisement

Nahdlatul Ulama Sejarah
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Nasional

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Nasional

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

BERITA TERBARU

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version