Advertisement
GAZANAPUBLIKA.COM – Beberapa kali, kampanye Anies Baswedan tetap dihadiri lautan manusia. Pro Anies, tidak banyak ucapan, tetapi terbukti dan membuktikan. Anies yang selama ini disoroti oleh banyak lawannya sebagai “tukang ngomong”, banyak bicara, dan pandai beretorika, apakah seperti itu faktanya? Nyatanya ABW saat ini memilih lebih banyak diam. Baginya, kerja politik nyata untuk perubahan sedang dikampanyekannya.
Tudingan dari musuh itu biasa, sebagaimana orang lain pun punya rival politik. Tidak ada yang aneh dalam kancah politik. Semua bisa berbuat hoaks, fitnah, dan sebagainya, bahkan tudingan keji, tetapi Anies adalah Capres yang kalem dan santun. Politisi lain heboh dengan isu Dinasti dan Pengkhianatan, namun Anies memilih diam. Itulah Anies.
Dia boleh dibenci disana, namun Anies tetap dicintai disini. Semua Capres pasti berebut simpati.masyarakat namun Anies terlihat ketulusannya saat menyapa konstituen. Dia tampak menyukai anak-anak.
Simbol Anies adalah simbol perubahan yang mengakar. Niat baiknya adalah merubah Indonesia tanpa harus menyalahkan siapapun. Apakah sendirian?
Tentu ia tidak sendirian, banyak pendukungnya. Bahkan dia sosok yang unik, diterima di kalangan agamis baik muslim maupun non-muslim. Bahkan juga kaum nasionalis. Banyak angkatan 98 (mantan aktivis pergerakan 98) merapat kepadanya. Di lingkaran pusat, banyak aktivis 98 menjadi Timses untuk gerakan perubahan. Diantaranya bahkan ikut terlibat aktif Prodem (Program Demokrasi) hingga aktivis kearifan yang dahulunya ikut memperjuangkan nasib petani.
Apabila orang berbicara Adian Napitupulu adalah mewakili aktivis 98, nyatanya tidak juga demikian, sebab aktivis 98 jumlahnya tidak terhitung.
Sekarang, sebagian aktifis yang dulu mengatasnamakan perubahan di zaman mahasiswa, kini sudah bergabung ke ABW. Siapa saja boleh bersikap. Politik hanyalah pilihan. Dengan demikian, Anies pun diterima di kalangan aktifis perubahan.
Penulis:
Nandi Kusnindar
Guru SMA dan Mantan Aktifis 98
Advertisement
