Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Cuplikan Video Polisi Berjabat Tangan dengan Preman Viral di Youtube, Gigin Praginanto: Itu Polisi Bukan Preman

Cuplikan Video Polisi Berjabat Tangan dengan Preman Viral di Youtube, Gigin Praginanto: Itu Polisi Bukan Preman

Nasional Rabu, 2 Oktober 2024 5:36 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Screenshot Channel Youtube Tribun Sumsel

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Sebuah video youtube di Tribun Semsel yang menunjukkan polisi berjabat tangan dengan sekelompok orang yang diduga preman yang sebelumnya melakukan penyerangan dan pembubaran diskusi kebangsaan yang digelar di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pada (28/9/2024)

Pengamat Kebijakan Publik, Gigin Praginanto, menegaskan bahwa kelompok yang menyerbu hotel tempat diskusi berlangsung bukan preman. Dalam pernyataannya melalui aplikasi X, @giginrpraginanto, Gigin menyebut bahwa mereka adalah aparat yang bergerak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Advertisement

“Yang menyerbu hotel Grand Kemang jelas bukan preman,” ungkap Gigin pada Sabtu malam (28/9/2024). Menurutnya, tindakan kelompok tersebut menunjukkan koordinasi dan perintah yang jelas, sehingga ketika diperintahkan mundur, mereka segera menghilang dari lokasi.

BACA JUGA:  Anggaran MBG Terserap Rp139,77 Triliun, BGN Masih Punya Sisa Rp79 Triliun

Selain itu, Ferdinand Hutahean juga mengungkapkan kecurigaannya terkait keterlibatan pihak istana dalam pembubaran diskusi tersebut. Diskusi kebangsaan itu dihadiri oleh tokoh-tokoh seperti Din Syamsuddin, Refly Harun, dan Said Didu, yang membahas sejumlah isu sensitif.

Ferdinand menyebut bahwa pembubaran acara itu kemungkinan terkait dengan beberapa isu besar yang tengah mencuat, termasuk dugaan gratifikasi Kaesang terkait penggunaan jet pribadi, serta kasus Blok Medan di Maluku Utara yang melibatkan Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu.

“Saya menduga ini adalah order dari pihak istana,” ujar Ferdinand, menambahkan bahwa aparat kepolisian yang hadir di lapangan mungkin sengaja membiarkan pembubaran itu terjadi untuk menghentikan diskusi yang dinilai berpotensi merugikan pihak tertentu.

BACA JUGA:  Ledakan Gudang Amunisi Puspalad Madiun: Satu Prajurit Gugur, Penyebab Masih Diselidiki

Meskipun begitu, sampai saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian maupun istana terkait tuduhan-tuduhan tersebut. Kasus ini pun semakin menarik perhatian publik dan memicu perdebatan tentang kebebasan berpendapat di Indonesia.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version