Advertisement
GazanaPublika.com, Taipei – Topan Krathon yang melanda Taiwan telah menyebabkan penutupan bandara, memaksa pembatalan sejumlah penerbangan dan menghentikan operasional pasar keuangan. Meskipun topan mulai melemah hari ini, dampaknya tetap terasa di berbagai sektor.
Kota pelabuhan Kaohsiung menjadi salah satu daerah yang paling parah terdampak, meskipun intensitas topan yang menyerang kini berkurang. Pemerintah setempat tetap memperingatkan warga agar tidak keluar rumah, mengingat kondisi cuaca ekstrem yang meliputi hujan deras, angin kencang, dan gelombang badai yang muncul bersamaan dengan pasang air.
Advertisement
Penduduk Kaohsiung, yang berjumlah sekitar 2,7 juta, mendapatkan pesan peringatan untuk mencari perlindungan dari angin yang berkecepatan lebih dari 160 km/jam. Di Pelabuhan Kaohsiung, kecepatan angin tercatat lebih dari 220 km/jam, mengkhawatirkan pihak berwenang. Wali Kota Kaohsiung, Chen Chi-mai, menyoroti adanya banyak orang yang tetap berada di jalan meski cuaca buruk.
“Melalui kamera pengawas, kami melihat banyak pengendara skuter yang berani melintasi badai, yang jelas sangat berbahaya, Kami minta agar warga menghindari keluar rumah jika tidak perlu,” ujarnya, Kamis (3/10/2024)
Sementara itu, sekelompok mahasiswa Universitas Taipei, yang dipimpin oleh Liao Shian-rong, 24 tahun, datang ke Kaohsiung untuk merasakan langsung badai tersebut. Mereka menganggap ini sebagai kesempatan langka, dan Liao terlihat merekam suasana dari lobi hotel sambil menyatakan bahwa mereka kini berada dalam mata badai.
Sementara itu, Departemen Pemadam Kebakaran Taiwan melaporkan dua korban tewas akibat topan yang membawa hujan lebat ke seluruh pulau, dengan kedua korban tersebut berada di daerah pegunungan dan pesisir timur yang jarang penduduknya. Beberapa wilayah di Taiwan timur bahkan mencatat curah hujan lebih dari 1,6 meter, menyebabkan tanah longsor dan banjir.
Di sisi lain, Taman Sains Taiwan Selatan, yang merupakan lokasi salah satu pabrik chip terkemuka TSMC, mengonfirmasi bahwa operasional perusahaan tetap berjalan seperti biasa meski cuaca buruk.
Topan Krathon diperkirakan akan terus bergerak perlahan menuju dataran barat Taiwan dan diprediksi akan melemah menjadi depresi tropis pada Jumat malam sebelum mencapai ibu kota, Taipei. Sebagai dampaknya, semua penerbangan domestik dibatalkan pada hari kedua, diikuti dengan pembatalan 236 penerbangan internasional. Jalur kereta cepat utara-selatan juga menghentikan layanan dari Taiwan tengah ke selatan hingga sore hari, dan pasar keuangan Taiwan tetap tutup untuk hari kedua berturut-turut.
Taiwan, yang sering diterpa topan, merasakan dampak luar biasa dari Topan Krathon, yang unik karena langsung menghantam pantai barat pulau tersebut.
Sumber: Tempo.co
Advertisement
