Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Keterlibatan ‘Partai Coklat’ di Pilkada Sumut Bikin Hasto Khawatir

Keterlibatan ‘Partai Coklat’ di Pilkada Sumut Bikin Hasto Khawatir

Nasional Senin, 25 November 2024 20:43 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: antaranews.com

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengungkap adanya gerakan politik yang ia sebut berasal dari ‘Partai Coklat’ dalam Pilkada Sumatera Utara (Sumut). Menurut Hasto, gerakan ini bertujuan mendukung pencalonan Bobby Nasution, menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), sebagai Gubernur Sumut.

Hasto menyoroti dinamika politik ini saat merespons pernyataan politikus Gerindra, Maruarar Sirait. Sebelumnya, Maruarar menyebut bahwa dukungan Anies Baswedan kepada pasangan Pramono Anung-Rano Karno (Doel) akan membangkitkan kekuatan politik Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto.

Advertisement

Namun, Hasto menilai bahwa Presiden Prabowo Subianto saat ini lebih fokus bekerja keras untuk bangsa. “Pak Prabowo bekerja keras, tidak pernah tidur. Berbeda dengan apa yang dilakukan Pak Jokowi dan klaim yang dibuat Maruarar,” ujar Hasto di Jakarta, Minggu (24/11/2024).

‘Partai Coklat’ dan Bobby Nasution di Pilkada Sumut

BACA JUGA:  Pakar Intelijen Bongkar Kasus Febrie Adriansyah: Bukan Sekadar Korupsi, Melainkan Perang Antar Kelompok Kekuasaan

Hasto menyebut bahwa ‘Partai Coklat’ tengah bergerak masif di Sumatera Utara untuk memenangkan Bobby Nasution. Ia mengkhawatirkan gerakan ini berdampak pada terbatasnya ruang gerak politik calon lain, seperti Edy Rahmayadi.

“Partai Coklat terlihat aktif di Sumut, membatasi ruang gerak Letjen TNI Purn. Edy Rahmayadi. Bahkan, dana untuk saksi pun sulit tersedia,” ungkap Hasto.

Ia juga menyoroti kinerja Bobby sebagai Wali Kota Medan, yang dinilainya belum berhasil menyelesaikan sejumlah proyek penting. “Pembangunan Lapangan Merdeka berantakan, gelanggang remaja juga tidak selesai. Ini mencerminkan persoalan moral yang seharusnya menjadi perhatian,” tegas Hasto.

Desakan untuk Menghentikan Intervensi Politik

Hasto meminta agar politik kekuasaan tidak digunakan untuk memaksakan kehendak dalam Pilkada Sumut. Ia menegaskan pentingnya menghormati kedaulatan rakyat tanpa adanya intervensi.

“Jangan hanya karena Bobby adalah menantu Pak Jokowi, segala cara dipakai. Biarkan rakyat memilih pemimpin sesuai kehendak mereka,” ujarnya.

BACA JUGA:  Sinergi Penegak Hukum: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Sambangi Kejagung, Tekankan Hilangnya Rivalitas

Hasto juga mendorong kader PDIP di seluruh Indonesia untuk tidak takut menghadapi tekanan politik, termasuk dari ‘Partai Coklat’. Ia menekankan bahwa suara rakyat harus dijunjung tinggi.

Apresiasi terhadap Tokoh Agama dan Akademisi

Selain itu, Hasto mengapresiasi peran tokoh agama dan akademisi yang mengedukasi masyarakat untuk tidak tergoda oleh politik uang. “Kami menghormati pandangan mereka yang mengingatkan rakyat agar tidak memilih pemimpin hanya karena iming-iming materi, karena itu hanya membawa kesengsaraan di masa depan,” tuturnya.

Hasto optimis bahwa rakyat akan tetap menggunakan hati nurani dalam menentukan pilihan politiknya.

“Kedaulatan ada di tangan rakyat. Kami percaya rakyat punya kesadaran untuk memilih pemimpin yang benar-benar membawa perubahan,” pungkasnya.

Sumber: Suara.com

Advertisement

Pilkada
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Nasional

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Nasional

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Nasional

Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

BERITA TERBARU

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version