Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi Bantah Jika Gus Miftah Bukan ‘Gus’

Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi Bantah Jika Gus Miftah Bukan ‘Gus’

Nasional Kamis, 5 Desember 2024 14:17 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: detik.com

Advertisement

GazanaPublika.com, Surabaya – Sosok Miftah Maulana Habiburrahman, yang lebih dikenal sebagai Gus Miftah, menjadi sorotan setelah pernyataannya dalam sebuah pengajian di Magelang dianggap merendahkan seorang penjual es teh, Sunhaji.

Insiden ini terjadi pada 20 November 2024, saat Gus Miftah menyinggung dagangan Sunhaji yang belum laku. Ucapannya memicu gelak tawa jemaah namun juga memunculkan interpretasi negatif, terutama setelah video potongan kejadian tersebut viral di media sosial.

Advertisement

Seiring dengan kontroversi itu, muncul pula isu-isu mengenai latar belakang Gus Miftah. Beberapa pihak menyebarkan klaim bahwa ia bukan keturunan ulama atau ‘gus’ yang sah, melainkan hanya mantan marbot masjid di Lampung. Selain itu, ada juga tuduhan bahwa ia tidak menyelesaikan studinya di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang memicu anggapan bahwa gelar “gus” dipakai untuk kepentingan tertentu.

BACA JUGA:  Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Namun, Ketua PBNU Bidang Keagamaan, KH Ahmad Fahrur Rozi, menepis semua klaim tersebut. Ia menegaskan bahwa Gus Miftah adalah keturunan ulama besar, Syaikh Hasan Besari dari Ponorogo.

“Dia keturunan ulama besar, jadi gelar ‘gus’ yang ia sandang sudah selayaknya. Gus Miftah juga memiliki pondok pesantren bernama Ora Aji di Sleman, Yogyakarta,” ujar Gus Fahrur pada Rabu (4/12/2024).

Terkait candaan Gus Miftah, PBNU menganggap insiden tersebut hanyalah bentuk bercanda yang tidak disengaja menyinggung perasaan. Gus Fahrur juga menyayangkan potongan video yang beredar tanpa konteks utuh, sehingga memperkeruh suasana.

“Saya kira dia hanya bercanda untuk mencairkan suasana, tetapi kepleset lidah. Video yang dipotong itu memperbesar salah paham di masyarakat,” jelasnya.

BACA JUGA:  MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak terpancing dan mengambil hikmah dari kejadian ini, terutama karena Sunhaji, sang penjual es teh, justru mendapat banyak simpati dan perhatian dari masyarakat.

“Gus Miftah sudah bersikap ksatria dengan meminta maaf. Kita ambil pelajaran dari insiden ini dan hentikan polemiknya,” pungkas Gus Fahrur.

Sebelumnya, video viral menunjukkan Gus Miftah melontarkan candaan kepada Sunhaji saat acara selawatan di Lapangan Drh Soepardi, Sawitan, Magelang. Video tersebut memicu pro dan kontra, dengan sebagian warganet mengecam pernyataan yang dinilai tidak pantas untuk seorang tokoh agama.

Sumber: detik.com

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version