Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Gus Miftah Balik Menohok Keluarga yang Keturunan Kiai Ageng Muhammad Besari

Gus Miftah Balik Menohok Keluarga yang Keturunan Kiai Ageng Muhammad Besari

Nasional Jumat, 20 Desember 2024 21:18 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: screenshot BTV

Advertisement

GazanaPublika.com,  Tegalsari – Gus Miftah, tokoh agama sekaligus mantan Utusan Khusus Presiden, menyampaikan kekecewaannya terhadap sejumlah pihak yang mengaku sebagai keturunan Kiai Ageng Muhammad Besari, namun tidak menunjukkan tanggung jawab nyata. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah pengajian akbar di Tegalsari pada Jumat (13/12/2024).

Dalam pengajian itu, Gus Miftah sempat membahas garis keturunan Kiai Ageng Muhammad Besari. Usai menjelaskan asal-usul keluarga sang kiai, ia menyampaikan kritik keras terhadap pihak-pihak yang dianggap hanya mengaku-ngaku sebagai keturunan, namun tidak mau berkontribusi saat ada acara keluarga.

Advertisement

“Aku itu sebel orang pada ngaku-ngaku cucunya Mbah Muhammad Besari, tapi kalau ada acara, modal aja enggak mau,” kata Gus Miftah, seperti dikutip dari YouTube KELUARGA DIDIK, Kamis (19/12/2024).

BACA JUGA:  Sah Putusan MK: Program MBG Dilarang Gunakan Anggaran Pendidikan APBN dan APBD Mulai Tahun Depan

Meski demikian, Gus Miftah mengaku tak keberatan jika dirinya tidak diakui sebagai cucu Kiai Ageng Muhammad Besari. Ia menegaskan tetap akan membantu jika diperlukan. “Saya enggak perlu diakui cucu, enggak apa-apa. Tapi kalau ada acara aku bantuin,” ujarnya.

Ia juga mengecam mereka yang memanfaatkan nama besar Kiai Ageng Muhammad Besari untuk keuntungan pribadi. Menurutnya, mereka enggan merawat makam sang kiai, bahkan mencari keuntungan melalui pengajuan proposal bantuan.

“Semua rebutan merasa cucunya Mbah Muhammad Besari, tapi enggak mau merawat makamnya malah cari untung. Bikin proposal ke sana-sini, tapi hasilnya enggak buat makam,” kata Gus Miftah dengan nada tinggi. Ia menutup kritiknya dengan ungkapan penuh emosi, “Yang model kayak gitu, janc*k banget!”

BACA JUGA:  Besok Sidang Perdana Roy Suryo, Rismon Sianipar Sindir Siapkan Bukti, Saksi dan Ahli

Pernyataan Gus Miftah ini mendapat perhatian luas, karena menyoroti pentingnya tanggung jawab moral terhadap warisan leluhur dan sikap konsisten dalam menjaga tradisi keluarga.

Sumber: tvonenews.com

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version