Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Abraham Samad Minta KPK Respons Isu Jokowi Versi OCCRP, Begini Respons KPK

Abraham Samad Minta KPK Respons Isu Jokowi Versi OCCRP, Begini Respons KPK

Nasional Kamis, 2 Januari 2025 19:50 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: dok.kempalan.com

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, menyoroti pentingnya KPK merespons cepat isu yang menyebut Presiden Joko Widodo masuk dalam daftar pemimpin terkorup versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP). Menurutnya, jika KPK tidak bertindak, hal itu bisa merusak citra lembaga antikorupsi di mata masyarakat.

“Seharusnya KPK merespons dengan cepat. Kalau KPK hanya diam, masyarakat bisa saja menilai bahwa komisioner KPK yang baru ini adalah orang-orangnya Jokowi, seperti yang selama ini menjadi dugaan,” ujar Abraham, dikutip dari WartaKotalive.com, Kamis (2/1/2025), dilansir dari Tribunnews.com.

Advertisement

Respons KPK

Merespons isu tersebut, Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, menegaskan bahwa semua warga negara Indonesia memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Menurutnya, siapa pun yang memiliki informasi atau bukti dugaan tindak pidana korupsi dapat melaporkannya ke lembaga penegak hukum, termasuk KPK.

“Kami mempersilakan pihak-pihak yang memiliki bukti pendukung terkait dugaan tindak pidana korupsi oleh pejabat negara untuk melapor melalui saluran resmi yang tersedia, baik ke KPK, kepolisian, maupun kejaksaan,” kata Tessa dalam keterangannya.

BACA JUGA:  Aktivis AMPB Kecewa Puan Maharani Tak Temui Massa Aksi Secara Langsung

Proses Pengumpulan Data OCCRP Jadi Sorotan

OCCRP, sebuah organisasi berbasis di Amsterdam, Belanda, memasukkan nama Jokowi bersama sejumlah tokoh dunia lainnya dalam daftar pemimpin terkorup. Daftar tersebut disusun berdasarkan nominasi yang dikumpulkan melalui Google Form sejak 22 November 2024. Selain Jokowi, nama-nama seperti Presiden Kenya William Ruto, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu, mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, dan pengusaha India Gautam Adani juga masuk dalam daftar tersebut.

Meski demikian, metode pengumpulan data OCCRP menimbulkan tanda tanya karena hanya bergantung pada masukan dari pembaca, jurnalis, dan jaringan organisasi secara global. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang validitas dan objektivitas penilaian yang dilakukan.

Berita Sebelumnya

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), akhirnya buka suara terkait namanya yang masuk dalam daftar nominasi pemimpin terkorup versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP). Dalam tanggapannya, Jokowi menanggapi tuduhan tersebut dengan santai dan meminta pembuktian atas tuduhan itu.

BACA JUGA:  Resmi Mendaftar ke Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Besutan Eks Jubir Anies Bersiap Menuju Pemilu 2029

“Yang dikorupsi apa? Ya dibuktikan, apa,” ujar Jokowi sambil tertawa saat ditemui di kediamannya di Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (31/2/2024).

Jokowi menegaskan bahwa banyak sekali framing jahat dan tuduhan tanpa dasar yang saat ini diarahkan kepadanya. Menurutnya, hal ini merupakan bagian dari dinamika yang semakin sering terjadi belakangan ini.

“Ya apa lagi? Sekarang kan banyak sekali fitnah, framing jahat, dan tuduhan-tuduhan tanpa bukti. Itu yang terjadi sekarang,” jelas Jokowi.

Ketika ditanya apakah ada muatan politis di balik nominasi tersebut, Jokowi meminta pertanyaan itu diarahkan kepada pihak yang tergabung dalam OCCRP. Ia juga menyoroti bahwa siapa pun saat ini bisa menggunakan berbagai cara untuk menyudutkan pihak lain.

“Ya ditanyakan saja. Orang bisa pakai kendaraan apa pun, bisa pakai NGO, bisa pakai partai, bisa pakai ormas untuk menuduh atau membuat framing jahat seperti itu,” tegasnya.

Advertisement

Joko Widodo KPK
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version