Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » TNI AL Bongkar Pagar Laut di Tangerang atas Perintah Presiden Prabowo

TNI AL Bongkar Pagar Laut di Tangerang atas Perintah Presiden Prabowo

Nasional Sabtu, 18 Januari 2025 18:17 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: screenshot video KompasTV

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – TNI Angkatan Laut (AL) melakukan pembongkaran pagar laut sepanjang 30 kilometer di wilayah pesisir Tangerang, Sabtu (18/1/2025) pagi. Pembongkaran ini dilakukan atas instruksi langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali.

Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) III Jakarta, Brigjen TNI (Mar) Harry Indarto, mengatakan bahwa langkah tersebut bertujuan membuka akses nelayan yang selama ini terganggu oleh keberadaan pagar tersebut.

Advertisement

“Presiden memerintahkan langsung melalui KSAL agar akses untuk nelayan kembali dibuka. Aktivitas mereka tidak boleh terhambat oleh pagar ini,” ujar Brigjen Harry sebelum memulai pembongkaran, dilansir dari KompasTV.

Brigjen Harry menambahkan, keberadaan TNI AL di lokasi bukan pertama kali dilakukan. Sebelumnya, pihaknya telah menerima keluhan dari masyarakat terkait dampak negatif pagar laut terhadap aktivitas melaut.

BACA JUGA:  Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

“Kami sudah mendengar keluhan nelayan sejak beberapa bulan lalu. Mereka merasa akses ke laut terganggu, sehingga sulit mencari nafkah. Kami juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait lainnya untuk mencari solusi,” jelas Harry.

Langkah pembongkaran ini disambut baik oleh masyarakat nelayan setempat yang selama ini kesulitan melaut akibat pagar laut misterius tersebut.

Pagar laut sepanjang 30 kilometer ini sebelumnya viral di media sosial karena keberadaannya yang tidak diketahui pihak penanggung jawabnya. Nelayan setempat mengeluhkan dampak negatif pagar tersebut terhadap akses mereka menuju laut.

Dalam sebuah dialog di program Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Kamis (16/1/2025), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menyebut bahwa keberadaan pagar tersebut diduga berkaitan dengan pengembang kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK). Deputi Eksternal Eksekutif Nasional WALHI, Mukri Friatna, mengungkap bahwa dugaan ini berdasarkan analisis peta tata ruang yang dirilis dalam Perda Nomor 13 Tahun 2011.

BACA JUGA:  Kapolri Beri Ucapan Selamat Milad ke-3 TTKKBI

“Berdasarkan peta pemanfaatan pola ruang, indikasi kuat mengarah pada keterlibatan PIK. Tidak ada nama lain yang muncul,” ujar Mukri.

Bantahan dari PIK 2

Sementara itu, pihak manajemen Pantai Indah Kosambi (PIK 2) membantah keras tuduhan bahwa mereka terlibat dalam pembangunan pagar laut tersebut. Manajemen menyatakan pagar laut itu tidak ada kaitan dengan proyek mereka.

“Itu bukan dari kami. Selanjutnya akan kami serahkan kepada kuasa hukum untuk langkah lebih lanjut,” kata Toni, perwakilan manajemen PIK 2, dikutip dari Antara, Minggu (12/1/2025).

Hingga saat ini, penyelidikan terkait pihak di balik pembangunan pagar laut tersebut masih berlanjut. Namun, langkah tegas TNI AL membuka akses laut telah memberikan harapan baru bagi nelayan setempat untuk kembali melaut tanpa hambatan.

Advertisement

Prabowo Prabowo Subianto
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Nasional

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Nasional

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

BERITA TERBARU

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version