Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Menlu Sugiono Sesalkan Insiden Penembakan oleh Maritim Malaysia yang Tewaskan WNI

Menlu Sugiono Sesalkan Insiden Penembakan oleh Maritim Malaysia yang Tewaskan WNI

Nasional Selasa, 28 Januari 2025 5:40 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: dok. Antaranews.com

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI), Sugiono, mengecam keras insiden penembakan oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) yang menewaskan satu warga negara Indonesia (WNI) dan melukai empat lainnya. Sugiono menegaskan pentingnya investigasi menyeluruh untuk mengungkap dugaan penggunaan kekuatan berlebihan dalam kejadian tersebut.

“Menlu RI sangat menyesalkan jatuhnya korban jiwa akibat tindakan penembakan oleh APMM. Kami menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban dan turut berempati kepada para korban yang terluka,” ujar Sugiono dalam keterangan resminya, Senin (27/1/2025), dilansir dari detik.com

Advertisement

Kronologi Kejadian

Peristiwa tragis itu terjadi pada Jumat dini hari (24/1) sekitar pukul 03.00 waktu setempat di perairan Tanjung Rhu, Selangor. APMM melaporkan bahwa penembakan dilakukan setelah para penumpang kapal diduga melakukan perlawanan. Akibatnya, seorang WNI berinisial B, asal Riau, meninggal dunia, sementara empat WNI lainnya mengalami luka-luka.

BACA JUGA:  Ruben Onsu Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Awal Mula Dugaan Penipuan Investasi

Desakan Investigasi dan Nota Diplomatik

Sugiono mendorong pihak Malaysia untuk segera melakukan penyelidikan atas insiden ini, termasuk menyoroti dugaan “excessive use of force” atau penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat maritim mereka.

“Kami menuntut adanya investigasi menyeluruh untuk memastikan akuntabilitas atas tindakan yang telah menyebabkan kehilangan nyawa dan melukai WNI. Hal ini penting demi keadilan bagi para korban,” tegas Sugiono.

Sebagai langkah diplomatik, KBRI Kuala Lumpur telah mengirimkan nota diplomatik resmi kepada pemerintah Malaysia, meminta klarifikasi dan mendesak penegakan hukum atas kasus tersebut.

Upaya Perlindungan WNI

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bersama KBRI Kuala Lumpur terus memastikan perlindungan maksimal bagi para WNI yang terdampak. Langkah ini mencakup pendampingan kekonsuleran dan hukum agar hak-hak WNI terpenuhi sesuai sistem hukum Malaysia.

“Kami memastikan para WNI mendapatkan pendampingan terbaik, baik secara hukum maupun kekonsuleran, dan terus memantau perkembangan kasus ini hingga tuntas,” kata Sugiono.

BACA JUGA:  Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Dukungan dan Keprihatinan

Sugiono juga menyampaikan keprihatinannya atas meningkatnya insiden kekerasan yang melibatkan aparat penegak hukum Malaysia terhadap WNI di wilayah perbatasan. Ia berharap kejadian ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama antara kedua negara dalam menjaga keamanan di perairan, serta memastikan hak asasi manusia dihormati dalam setiap tindakan penegakan hukum.

“Kami ingin kasus ini menjadi pelajaran bersama, sehingga tidak ada lagi tindakan serupa yang melukai hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia, serta merugikan para pekerja migran dan warga negara kita di luar negeri,” tutup Sugiono.

Komitmen Pemerintah

Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus memantau kasus ini secara ketat hingga kebenaran terungkap dan keadilan ditegakkan. Sementara itu, pihak keluarga korban dan para WNI terdampak diharapkan tetap sabar dan menyerahkan proses hukum kepada otoritas yang berwenang.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version