Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Megawati Tak Larang Kepala Daerah PDI-P Ikut Retret, Hanya Minta Tunda dan Fokus pada Pelayanan Rakyat

Megawati Tak Larang Kepala Daerah PDI-P Ikut Retret, Hanya Minta Tunda dan Fokus pada Pelayanan Rakyat

Nasional Rabu, 26 Februari 2025 3:35 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Juru Bicara PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, menegaskan bahwa Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri, tidak pernah melarang kepala daerah dari partainya untuk mengikuti retret yang diselenggarakan oleh pemerintah di Akademi Militer, Magelang. Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor DPP PDI-P pada Selasa, 25 Februari 2025, Basarah menjelaskan bahwa Megawati hanya meminta para kepala daerah untuk menunda sementara rencana keberangkatan mereka ke Magelang. “Ketua Umum PDI Perjuangan tidak pernah melarang seluruh kadernya yang terpilih sebagai kepala daerah dalam pilkada 2024 untuk ikut serta dalam retret yang digelar oleh pemerintah, dalam hal ini oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia,” ujar Basarah.

Basarah menekankan bahwa instruksi yang diberikan oleh Megawati lebih bersifat penundaan sementara, sambil menunggu arahan lebih lanjut dari dirinya. “Dan menunggu arahan lebih lanjut dari Ketua Umum PDI Perjuangan,” jelasnya. Selain itu, Basarah menambahkan bahwa Megawati justru meminta para kepala daerah yang belum berangkat ke Magelang untuk lebih memprioritaskan tugas mereka dalam melayani kepentingan rakyat. “Pesan Ketua Umum kepada kader-kadernya sebagai kepala daerah setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, diminta untuk memprioritaskan kerja-kerja real kerakyatan dengan langsung bekerja melayani rakyat di daerah masing-masing,” pungkas Basarah.

BACA JUGA:  Polda Banten Ungkap Jejak Sinyal Jurnalis dalam Pencarian Kapal yang Hilang Kontak

Advertisement

Sebelumnya, PDI-P menjadi sorotan publik setelah Sekretaris Jenderal partai tersebut, Hasto Kristiyanto, resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis, 20 Februari 2025. Hasto ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap yang melibatkan mantan kader PDI-P, Harun Masiku, serta kasus perintangan penyidikan. Menyusul penahanan ini, Megawati menginstruksikan seluruh kepala daerah terpilih dari PDI-P untuk menunda rencana mengikuti retret kepala daerah di Magelang, Jawa Tengah, yang dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 21 hingga 28 Februari 2025.

Instruksi penundaan ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memastikan bahwa para kepala daerah lebih fokus pada tugas mereka dalam melayani rakyat, terutama di tengah situasi politik yang sedang memanas. Megawati ingin memastikan bahwa kader-kadernya tetap konsisten dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat, tanpa terganggu oleh dinamika politik yang sedang terjadi. Dengan demikian, meskipun retret di Magelang merupakan agenda penting yang diselenggarakan oleh pemerintah, prioritas utama bagi para kepala daerah dari PDI-P tetaplah bekerja untuk kepentingan rakyat di daerah masing-masing.

BACA JUGA:  Miris! APBN Defisit Rp240,1 Triliun hingga Agustus, Suahasil Sebut Masih Terkendali

Advertisement

Megawati Soekarno Putri
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Nasional

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Nasional

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

BERITA TERBARU

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version