Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Silaturahmi Akbar Aktivis 98 di Bandung, Suryawijaya: Penegakan Demokrasi Kunci Perbaikan Ekonomi

Silaturahmi Akbar Aktivis 98 di Bandung, Suryawijaya: Penegakan Demokrasi Kunci Perbaikan Ekonomi

Nasional Minggu, 13 April 2025 22:23 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Kebersamaan dalam Semangat Reformasi Ratusan mantan aktivis 98 dari berbagai daerah di Jawa Barat berkumpul dalam Silaturahmi Akbar di Bandung, menyatukan kembali semangat perjuangan dan idealisme untuk Indonesia yang lebih demokratis dan berkeadilan, di BMC, Minggu (14/4/2025)

Advertisement

GazanaPublika.com,   Bandung – Pasca lebaran, sekitar 200 mantan aktivis mahasiswa dari berbagai daerah di Jawa Barat berkumpul dalam acara Silaturahmi Akbar Aktivis 98 yang digelar di BMC, Jalan Aceh, Kota Bandung, pada Minggu (14/4/2025). Kegiatan ini menjadi ajang temu kembali para pejuang reformasi untuk menyatukan pandangan atas kondisi demokrasi dan ekonomi Indonesia yang dinilai tengah menghadapi kemunduran.

Dengan mengusung tema “Selamatkan Demokrasi – Selamatkan Ekonomi dengan Menjalankan Reformasi secara Konsekuen”, forum ini menjadi wadah refleksi sekaligus pernyataan sikap terhadap berbagai dinamika kebangsaan yang berkembang akhir-akhir ini.

Advertisement

Dalam siaran pers yang dibacakan di tengah forum, para aktivis menyatakan keprihatinan mendalam terhadap pelemahan demokrasi, supremasi hukum yang dinilai tergerus, serta arah pembangunan ekonomi yang tidak berpihak kepada rakyat. Mereka menilai, semangat reformasi 1998 yang dahulu diperjuangkan bersama, kini justru mulai terkikis oleh kepentingan politik jangka pendek dan oligarki kekuasaan.

Tuntutan Utama: Reformasi Total dan Pemerintahan yang Berpihak pada Rakyat

Para aktivis menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain: Menjalankan reformasi hukum secara menyeluruh tanpa kompromi. Menegakkan supremasi hukum yang adil dan bebas dari intervensi politik. Membersihkan institusi hukum dari korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Menjaga hak-hak warga negara, termasuk kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat.

Mereka juga menyerukan pentingnya reshuffle kabinet untuk menggantikan figur-figur oportunis politik dengan sosok-sosok yang memiliki rekam jejak reformis dan keberpihakan kepada rakyat.

“Kabinet saat ini minim semangat reformasi. Sudah saatnya pos-pos strategis diisi oleh mereka yang memiliki integritas moral dan pengalaman dalam memperjuangkan demokrasi,” tegas salah satu peserta forum.

BACA JUGA:  Evolusi Kurikulum Kampus: Di Balik Fakta Penutupan Ratusan Program Studi Sepanjang 2026

Ajakan untuk Generasi Muda dan Penanganan Krisis Ekonomi

Forum ini juga menjadi ruang seruan kepada generasi muda untuk melanjutkan estafet perjuangan reformasi. Aktivis 98 mendorong mahasiswa dan pemuda untuk tetap kritis, jujur, serta terus memperjuangkan keadilan sosial melalui partisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi.

Terkait isu ekonomi, para peserta mendesak pemerintah agar lebih berpihak pada rakyat dalam menghadapi ancaman krisis global, terutama dengan merumuskan kebijakan pro-rakyat dan melindungi kelompok masyarakat yang paling rentan.

“Kami percaya bahwa Indonesia tidak akan mampu keluar dari krisis tanpa pemerintahan yang adil dan berpihak kepada rakyat,” bunyi pernyataan bersama yang ditutup dengan semangat untuk terus mengawal cita-cita reformasi.

Dalam wawancara terpisah melalui sambungan telepon, Muhammad Suryawijaya, salah satu aktivis 98, menyampaikan keprihatinannya atas situasi krisis yang dihadapi Indonesia saat ini. Ia menilai kondisi tersebut perlu segera disikapi secara serius oleh pemerintah.

“Kita bisa lihat, Indonesia kini berada di ambang krisis. Kurs dolar melonjak tinggi. Ini menunjukkan bahwa bangsa kita membutuhkan perbaikan, membutuhkan reformasi, khususnya di sektor-sektor strategis seperti reformasi kabinet dan reformasi hukum,” ujar Surya.

Surya juga mengkritisi realitas pemerintahan saat ini yang dinilainya belum menunjukkan kinerja profesional, terutama di lingkaran kabinet Presiden Prabowo Subianto.

“Pemerintahan sekarang terkesan hanya membagi-bagikan kue kekuasaan. Para menterinya tidak menunjukkan profesionalisme. Kalau seperti itu, maka yang perlu dikritisi adalah presidennya sendiri. Apakah Prabowo Subianto bisa benar-benar memimpin atau tidak?” tegasnya. “Presiden harus segera melakukan reformasi kabinet. Jangan sampai kekuasaan hanya diisi dengan bagi-bagi jabatan dan saling memaafkan saja di bulan Ramadan tanpa perbaikan sistemik.”

BACA JUGA:  Kesepuhan Adat Ingatkan Dampak Ekologi dan Sosial Terkait Menteri ESDM Tetapkan 528 Hektare Wilayah Pertambangan Rakyat di Lebak

Lebih lanjut, Surya menyoroti lambannya pelaksanaan reformasi hukum yang dianggap belum menyentuh akar permasalahan. Ia menuding bahwa pemerintah masih melakukan praktik tebang pilih dalam penegakan hukum, yang menyebabkan banyak kasus hukum tidak tuntas.

“Yang ditebang hanya bagian bawahnya saja, sementara yang di atas dibiarkan. Lihat saja kasus pagar laut di Tangerang, kasus korupsi, dan berbagai kasus lainnya—semuanya masih menggantung tanpa kejelasan,” ungkap Surya.

Ia juga menyoroti mundurnya demokrasi di bawah pemerintahan saat ini. Menurutnya, Presiden Prabowo masih menunjukkan sikap anti kritik.

“Ini bisa dilihat dari beberapa pernyataan presiden, seperti ketika menyebut demonstrasi mahasiswa sebagai aksi bayaran atau ditunggangi. Itu pernyataan yang meremehkan demokrasi,” kata Surya.

Menutup pernyataannya, Surya menyampaikan kekhawatirannya bahwa Indonesia berada di ambang keterpurukan. Ia menyebut bahwa meskipun faktor eksternal seperti geopolitik turut memengaruhi kondisi ekonomi, akar persoalan tetap berada pada ketidakprofesionalan pemerintah dan stagnasi reformasi.

“Seharusnya Presiden menyadari bahwa demokrasi adalah jalan utama untuk memperbaiki berbagai aspek kehidupan bangsa, termasuk sektor ekonomi. Ketika demokrasi mundur, maka ekonomi pun ikut terpuruk,” tutup Surya.

Advertisement

Aktivis Bandung Demontrasi
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

KPK Jawab Desakan Mahfud MD Terkait Kasus Febrie

Nasional

Habib Rizieq Kritik Mahfud MD Soal Sikapnya Plin-Plan

Nasional

Seleksi CPNS 2026 Disiapkan, Pemerintah Petakan Kebutuhan dan Anggaran

Nasional

Resmi Mendaftar ke Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Besutan Eks Jubir Anies Bersiap Menuju Pemilu 2029

BERITA TERBARU

Puisi Anak Binaan LPKA Sentuh Hati Tinawati Andra Soni pada Peringatan Hari Anak Nasional

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.