Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Ada Keretakan di Tubuh TNI

Ada Keretakan di Tubuh TNI

Berita Utama Senin, 5 Mei 2025 23:09 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto ilustrasi: tirto.id

GazanaPublika.com, Jakarta – Keputusan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang meralat sejumlah mutasi perwira tinggi belakangan ini mendapat sorotan tajam dari sejumlah tokoh militer. Salah satu kritik keras datang dari mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS), Laksamana Muda (Purn.) Soleman B. Ponto, yang menyebut adanya ketidaksesuaian antara mutasi tersebut dengan prosedur rotasi jabatan yang berlaku di lingkungan TNI.

Dalam wawancara di program “Sapa Indonesia Pagi” Kompas TV pada Senin (5/5/2025), Soleman menilai bahwa mutasi yang dilakukan Panglima TNI terkesan tidak melibatkan Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti), lembaga yang seharusnya berperan dalam proses promosi dan rotasi jabatan di tubuh militer. Ia menilai praktik ini mencerminkan adanya keretakan dalam sistem pengambilan keputusan internal TNI.

“Masalahnya bukan siapa yang dimutasi, tapi sistem yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ini menunjukkan ada proses yang diabaikan,” ujar Soleman.

BACA JUGA:  Rismon Sianipar Temui Jokowi di Solo, Sampaikan Permintaan Maaf soal Polemik Ijazah

Kritik ini mencuat setelah keputusan mutasi Letjen Kunto Arief Wibowo, putra mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, dari jabatan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I menjadi staf khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) mendadak dibatalkan sehari setelah diumumkan. Mutasi terhadap Kunto dan enam perwira tinggi lainnya kemudian diralat dengan alasan bahwa mereka masih dibutuhkan di posisi semula.

Soleman memandang pembatalan mendadak ini sebagai pertanda adanya ketidakharmonisan antara pimpinan dan struktur di bawahnya. “Yang di atas bertindak sepihak, sementara yang di bawah terlihat apatis. Ini seperti dibiarkan tanpa arah,” katanya.

Ia juga menyinggung kejanggalan dalam surat keputusan mutasi yang dikirimkan ke sejumlah instansi dan pejabat, yang menurutnya menandakan lemahnya koordinasi. Salah satu hal yang ia pertanyakan adalah penunjukan Laksamana Muda Kresno Buntoro—seorang perwira tinggi TNI Angkatan Laut—menjadi staf khusus KSAD, yang dianggap tidak lazim dalam struktur organisasi militer yang ketat berdasarkan matra.

BACA JUGA:  Sinergi BNN RI dan Polres Kutai Timur Runtuhkan Jaringan Narkotika Lintas Pulau, 92 Kilogram Sabu Diamankan

“Kalau ini dibiarkan, kerusakan sistem akan makin dalam. Harus ada langkah penyelamatan agar kekacauan ini tidak terulang lagi,” tegas Soleman.
Kritik senada disampaikan oleh anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn.) TB Hasanuddin. Politikus senior PDI Perjuangan ini mengaku heran dengan keputusan mutasi yang dianggap penuh dengan nuansa politik. Ia mewanti-wanti agar Panglima TNI tidak menjadi alat kepentingan pihak-pihak tertentu di luar struktur pemerintahan yang sah.

“Kalau Presiden Prabowo yang memerintahkan, itu konstitusional karena beliau pemegang otoritas tertinggi TNI. Tapi kalau ada intervensi dari sipil yang tak punya jabatan, apalagi mantan presiden, itu berbahaya,” ujar Hasanuddin.

Ia pun meminta agar Panglima TNI menjaga profesionalisme dan tidak membiarkan institusi militer ditarik ke dalam manuver politik yang bisa mengganggu stabilitas nasional dan tatanan hukum.

TNI
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Kejagung Bongkar Modus ‘Markup’ dan Aliran Dana Haram Dadan cs di Program ‘MBG’

Nasional

Kantor BGN Digeledah Kejagung Usai Copot Jabatan Pimpinan, Diduga Terkait Kasus Jual Beli Titik ‘SPPG’

Berita Utama

Kasus Korupsi BGN: Eks Kepala dan Dua Mantan Wakil Resmi Menyandang Status Tersangka

Nasional

Evolusi Kurikulum Kampus: Di Balik Fakta Penutupan Ratusan Program Studi Sepanjang 2026

BERITA TERBARU

Pelajar SMPN 1 Wanasalam Tewas Laka Lantas Setelah Motor Diserempet Dump Truk

Ditsamapta Polda Banten Perbaiki Jembatan Merah Putih, Wujud Nyata Kepedulian Polri terhadap Masyarakat

Ketua MPC PP Lebak Beri Apresiasi Tinggi, Penangkapan Kepala BGN Pusat

Lima Potensi Karakter Dasar Manusia dalam Desain DNA

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Lima Potensi Karakter Dasar Manusia dalam Desain DNA

Menelusuri Potensi Cara Berpikir yang Tertulis dalam Untaian DNA, Ini Cetak Birunya

Mengurai Dialektika Genetika, Epigenetika, dan Jati Diri Klan Leluhur

RAGAM

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

AI Bukan Tuhan: Menelanjangi Ilusi Mahatahu di Balik Kecerdasan Buatan

Eksotis, Alami dan Memikat: Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.