Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Logika Kekuatan Versus Kekuatan Logika

Logika Kekuatan Versus Kekuatan Logika

Opini Jumat, 12 Januari 2024 13:13 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
logika-dan-akal-manusia

Advertisement

GazanaPublika.com – Esensi politik adalah daya aktif setiap warga negara untuk memperjuangkan kebaikan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan. Pemahaman yang memiliki makna fundamental, yakni pertama, menempatkan warga negara sebagai subyek politik dan kedua, kemaslahatan publik menjadi tujuan utama, sekaligus hak setiap warga negara terlibat menentukan arah kebijakan politik, baik dalam lingkup kecil maupun kehidupan bernegara.

Itulah politik nilai yang selalu dikedepankan Rahman Tolleng tokoh legendaris eksponen angkatan 66. Memang terderang utopis, apalagi dikontraskan dengan realisme politik hari ini. Terasa “jauh panggang dari api”.

Advertisement

Kini definisi politik semata-mata logika kekuatan meraih kekuasaan. Politik kemudian berkonotasi negatif, tidak lebih sebagai tipu-muslihat atau siasat-menyiasati memenangkan kompetisi. Tidak aneh para politikus di semua ranah menggunakan segala cara tanpa mengindahkan politik nilai.

Logika kekuatan ini tentu merusak tatanan demokrasi yang kita bangun dengan keringat dan air mata. Economist Intelligence Unit (EIU) rutin melakukan riset kondisi demokrasi di 165 negara termasuk Indonesia. Berdasarkan indikator penilaian, proses Pemilu, pluralisme politik, tata kelola pemerintahan, partisipasi masyarakat, dan kebebasan sipil menunjukan selama pemerintahan Presiden Jokowi indeks demokrasi Indonesia tergolong cacat (flawed democracy).

BACA JUGA:  Menyingkap Rahasia di Balik Bakat: Bagaimana DNA Merancang Keahlian Manusia

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) memberi jalan bagi Gibran Rakabuming Raka anak Presiden Jokowi melenggang mendampingi Capres Prabowo membuktikan daya destruktif rejim yang hanya memikirkan logika kekuatan. MK lembaga negara benteng konstitusi yang lahir dari rahim reformasi porak-poranda oleh seorang ambisius yang cemas kekuasaannya berakhir.

Realisme politik sungguh ironis! Konsolidasi demokrasi yang seharusnya mencapai tahap pelembagaan matang (mature institution) fasca gerakan reformasi 1998. Malah terjadi kemunduran, bahkan sangat mungkin kita kembali dicengkram despotisme.

The New York Times harian terkemuka sudah mengingatkan, “For Indonesia President, a Term is Ending, but a Dynasty Is Beginning”.  Tidak masuk akal kalau kita berpangku tangan tidak peduli dengan kondisi tersebut.

Di titik ini, urgensi kekuatan logika mengimbangi logika kekuatan. Kekuatan logika memiliki arti koherensi nalar dan keajegan antara pikiran dengan tindakan. Sementara logika kekuatan mengandalkan nalar bengkok untuk memperdaya pihak lain demi kepentingan pribadi atau golongan tertentu.

BACA JUGA:  MBG Effect: Dilema Kebijakan Politik-Ekonomi dan Solusi Transisi Berkeadilan

Sial memang, hiruk-pikuk kampanye Pilpres sekarang belum menyentuh ihwal politik nilai seperti yang digariskan Rahman Tolleng. Kandidat presiden dan wakil presiden semuanya dangkal lebih mempertontonkan kampanye bernuansa“spin doctor”sekadar mencuri simpati publik kelas bawah.

Padahal tantangan ke depan jauh lebih berat. Jika kita belajar dari negara Chili justru perubahan datang dari kelas menengah. Statistik angka-angka pertumbuhan ekonomi makro Chili naik dibandingkan negara-negara Amerika Latin lainnya. Namun tuntutan kelas menengah tidak terbendung, hampir terjadi kerusuhan sosial di Chili. Karena mereka butuh pelayanan kesehatan bermutu, transportasi publik yang nyaman, sarana-prasarana pendidikan yang baik, bukan lagi program-program bersifat karitatif.

Jadi, Capres dan Cawapres masih percaya Bansos atau uang BLT, apalagi cuma melempar bingkisan untuk rakyat miskin. Jangan kaget akan menuai gelombang perubahan.

Penulis:
Budiana Irmawan
Pemerhati Kebijakan Publik

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Opini

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

Opini

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Opini

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Opini

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

BERITA TERBARU

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

Prabowo Bahas Penyesuaian Syarat Rekrutmen Warga Dayak Pedalaman Jadi Prajurit TNI

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.