Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Istilah Petugas Partai Disorot Lagi

Istilah Petugas Partai Disorot Lagi

Pena Redaksi Jumat, 1 Desember 2023 6:50 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
ilustrasi-pemilu

Advertisement

Jabatan Presiden adalah jabatan tertinggi dalam suatu negara. Namun, bagaimana jika Presiden dianggap sebagai jabatan petugas partai di sisi lain?

Menarik untuk dikaji dan diperdebatkan. Benar, Presiden memang berasal dari satu partai politik karena awalnya diusulkan oleh partai politik. Namun sebenarnya, secara ideal, ketika menduduki kursi presiden, seseorang tidak seharusnya berbicara dalam kapasitas sempit dari kepartaian. Presiden seharusnya menaungi seluruh rakyat, kelompok kepentingan, dan golongan. Presiden adalah cermin rakyat.

Advertisement

Namun, ketika disebut sebagai petugas partai, bagaimana? Dahulu, disebut sebagai mandataris MPR, sekarang apabila disebut ‘petugas partai’ bukankah akan merendahkan?

Ini memang persepsi. Karena dalam aspek yang lain, seorang presiden memiliki latar belakang sebagai Ketua atau anggota partai. Jadi, sah saja jika disebut sebagai petugas partai.

Klaim identitas lain bahwa Presiden adalah petugas partai, itu boleh. Namun secara etis, bicara seperti itu sebaiknya tidak terlalu mencolok, ‘jangan berisik’. Tidak etis. Katakanlah, dari pihak tetangga, mengapa presidenku disebut petugas partai? Bukankah ia adalah pemimpin rakyat? Jadi, pembicaraan semacam itu hanya soal etika dan kesopanan karena presiden adalah milik semua orang, dan tidak seharusnya direndahkan oleh Ketua Partai.

Hal yang disampaikan ini adalah fakta. Ada banyak sekali desas-desus yang beredar di lapisan masyarakat. Mereka tidak ingin presiden dilecehkan. Presiden memiliki martabat yang harus dijaga sebagai kepala negara dan pemerintahan. Marwah presiden harus tetap dijaga, bahkan oleh mantan presiden sebelumnya.

Seandainya negara ini bersistem komunis, mungkin tidak akan menjadi masalah. Dalam sistem komunis, negara dikendalikan oleh partai yang memiliki kekuasaan mutlak yang otoriter. Negara dan partai komunis dianggap sebagai satu kesatuan. Maka, dalam sistem komunis, wajar jika presiden dianggap sebagai petugas partai.

Komunis dikendalikan oleh Ketua, dan Ketua dikendalikan oleh Komite Sentral. Komite Sentral adalah lembaga penting dalam struktur partai politik yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan strategis. Dalam konteks politik partai, Komite Sentral umumnya terdiri dari sekelompok tokoh atau pemimpin yang dipilih atau ditunjuk untuk mengelola dan mengatur partai secara keseluruhan.

Tugas utama Komite Sentral adalah menetapkan kebijakan partai, menentukan arah politik, dan membuat keputusan penting terkait strategi, program, dan rencana jangka panjang partai. Mereka juga bertanggung jawab dalam menentukan calon pemimpin partai atau calon pejabat tertinggi dalam pemerintahan, sesuai dengan sistem politik suatu negara.

Komite Sentral biasanya menjadi lembaga yang sangat berpengaruh dalam struktur partai politik, dan keputusan yang diambil oleh lembaga ini memiliki dampak besar terhadap arah dan tujuan partai.

Sekarang, yang menjadi presiden adalah anggota partai. Sang Ketua tidak ingin reputasinya tersaingi oleh mantan presiden, sehingga merasa memiliki kontribusi terbesar terhadap pemilihan presiden dari partainya. Jika logikanya demikian, maka konsep petugas partai, tidak lebih dari hasil dari produk post-power syndrome.

Terpilihnya seorang presiden tidak hanya bergantung pada otoritas partai. Namun, itu adalah ‘sharing power’ antara suara partai dengan karakteristik pribadi calon presiden. Tanpa karakteristik pribadi calon presiden, partai politik tidak memiliki kemampuan untuk mendorongnya terpilih. Sebaliknya, tanpa dukungan partai politik, karakter pribadi juga tidak akan terpilih. Jadi, kekuatan keduanya bersifat interaktif. (Redaksi)

Advertisement

Jokowi PDIP
Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Pena Redaksi

Ketika AFTA dan NAFTA Dibunuh oleh Politik Global: Refleksi atas Senjakala Integrasi Ekonomi Regional

Pena Redaksi

Rujuk Politik Lewat Pintu Samping

Pena Redaksi

Memahami Kembali Akar Masalah Terkait Revisi Undang-Undang Pilkada

Pena Redaksi

Menggugat Klaim Sejarah: Ancaman terhadap Identitas Kebangsaan Indonesia

BERITA TERBARU

Lemkapi Berikan Penghargaan Kepada Dirreskrimsus Polda Banten Atas Dedikasi dan Komitmen Berantas Kejahatan Khusus

Prabowo Terima Kunjungan Presiden Timor Leste, Puluhan Peraih Nobel Ikut ke Istana

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Polda Banten Imbau Orang Tua Awasi Anak agar Tak Terjebak Kericuhan Saat Penyampaian Aspirasi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.