Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Rujuk Politik Lewat Pintu Samping

Rujuk Politik Lewat Pintu Samping

Pena Redaksi Kamis, 17 Oktober 2024 8:30 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: Tribunnews.com

Advertisement

GazanaPublika.com – Ketua DPP PDIP, Bambang Wuryanto, yang lebih akrab disapa Bambang Pacul, tiba-tiba muncul di media, seolah membawa angin segar dalam dinamika politik nasional. Kehadirannya menjadi isyarat kuat, seakan menandai strategi PDIP untuk mendekat ke pusat kekuasaan dengan penuh kehati-hatian. Seperti langkah dalam tarian politik yang anggun, PDIP terlihat cermat menata posisinya di tengah dinamika kekuasaan yang berubah dengan cepat.

Sementara itu, Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDIP yang selama ini dikenal keras dalam menentang pencalonan Gibran sebagai wakil presiden, serta kritik tajamnya terhadap Presiden Jokowi terkait isu politik dinasti, tampaknya mulai mengambil langkah mundur. Posisi strategis yang sebelumnya dipegang Hasto kini seperti diserahkan kepada Bambang Pacul. Langkah ini mungkin merupakan bagian dari upaya PDIP menjaga wibawa dan martabat partai di tengah pergolakan politik yang makin kompleks. Ada ekspektasi besar, baik dari internal partai maupun dari publik, bahwa PDIP pada akhirnya akan berperan dalam koalisi pemerintahan baru.

Advertisement

Menjelang pelantikan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden, dalam dua hari pemanggilan calon menteri, belum ada satupun kader PDIP yang diundang. Pemanggilan yang berlangsung sejak Senin (14/10/2024) hingga Selasa (15/10/2024) di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, mengundang 108 calon menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga, namun absennya kader PDIP menimbulkan spekulasi. Apakah PDIP sedang menimbang langkah yang tepat atau menunggu momen yang lebih strategis?

Di tengah ketidakpastian ini, publik dikejutkan oleh kehadiran Pramono Anung, tokoh senior PDIP, yang datang membawa pesan langsung dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Kunjungannya ke Kertanegara pada Selasa (15/10/2024), meski tanpa pernyataan resmi kepada media, menimbulkan berbagai spekulasi. Pramono memasuki kediaman Prabowo melalui pintu samping, membawa surat langsung dari Megawati. Kehadirannya, yang tanpa banyak bicara kepada media, seolah mempertegas bahwa ada pembicaraan penting yang sedang berlangsung di balik layar antara PDIP dan kubu Prabowo.

Pramono, dengan kedekatannya pada Presiden Jokowi, sering dianggap sebagai sosok yang mampu menjadi jembatan antara tiga kekuatan besar: Jokowi, Megawati, dan Prabowo. Kunjungannya ke Kertanegara dipandang sebagai langkah strategis untuk meredakan ketidakpastian politik yang sedang berlangsung. Meskipun isi pesan Megawati belum diungkap, kehadiran Pramono semakin memperkuat spekulasi bahwa PDIP sedang menyiapkan manuver penting menuju koalisi dengan pemerintahan Prabowo-Gibran.

Chico Hakim, Juru Bicara PDIP sekaligus perwakilan Pramono Anung, mengonfirmasi bahwa kedatangan Pramono hanya untuk menyampaikan pesan Megawati kepada Prabowo. “Mas Pram bertemu dengan Prabowo semata-mata sebagai pembawa pesan Ibu Megawati,” tegasnya. Namun, bagi banyak pengamat politik, kehadiran Pramono ini merupakan lebih dari sekadar penyampaian pesan—ia merupakan sinyal bahwa PDIP siap memainkan peran kunci dalam koalisi baru.

Sikap ini semakin diperkuat oleh pernyataan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, yang secara tegas menyatakan bahwa PDIP solid mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran. Dalam pernyataannya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/10/2024), Puan menegaskan bahwa “Kami solid mendukung pemerintahan yang akan datang dalam membangun Indonesia ke depan.” Selain itu, ia menepis isu adanya perbedaan pendapat di internal PDIP terkait posisi partai dalam pemerintahan baru, sembari menyatakan optimisme bahwa PDIP akan masuk dalam kabinet meskipun hingga kini belum ada kader yang dipanggil. “Insyaallah, PDIP masuk ke kabinet,” tambahnya.

Kemunculan tokoh-tokoh seperti Bambang Pacul di media, ditambah dengan pernyataan tegas Puan Maharani, semakin memperkuat spekulasi bahwa PDIP tengah menyiapkan langkah elegan dan terukur untuk masuk ke lingkaran kekuasaan. Di tengah ketidakpastian dan spekulasi yang berkembang, PDIP tampak bermain cerdik, mengatur setiap langkahnya dengan cermat untuk menjaga keseimbangan dalam hubungan antara Jokowi, Prabowo, dan Megawati, serta mempersiapkan diri untuk peran yang lebih besar dalam pemerintahan mendatang.

Advertisement

Politik
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Pena Redaksi

Ketika AFTA dan NAFTA Dibunuh oleh Politik Global: Refleksi atas Senjakala Integrasi Ekonomi Regional

Pena Redaksi

Memahami Kembali Akar Masalah Terkait Revisi Undang-Undang Pilkada

Pena Redaksi

Menggugat Klaim Sejarah: Ancaman terhadap Identitas Kebangsaan Indonesia

Pena Redaksi

Prediksi Konfigurasi Politik, Apabila 2 Putaran Pemilu 2024

BERITA TERBARU

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version