Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Ujian dari Guru

Ujian dari Guru

Tasawuf Elegan Minggu, 13 Oktober 2024 17:27 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com – Berguru dalam hal apa pun adalah sebuah proses; dari yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu, dan dari yang tadinya tidak bisa menjadi bisa. Berguru ibarat mesin produksi, awalnya hanya tepung terigu, diproses, dan keluarlah mie, terus diproses selanjutnya dalam tahapan-tahapan sehngga menjadi sesuatu yang diinginkan. Seperti itulah gambaran proses berguru. Seseorang yang tadinya tidak bisa silat, setelah berguru, akan mampu mempraktikkan silat.

Dalam proses berguru, ada pelajaran dan ujian, seperti halnya di sekolah. Setiap pelajaran yang diberikan akan diiringi dengan ujiannya. Pelajaran kurikulernya berupa teori, kemudian dilanjutkan dengan praktikum. Pelajaran tambahan, atau ‘sela’-nya, muncul ketika murid berbuat salah, dan tentu akan ditegur, bahkan mungkin dimarahi. Pada zaman dahulu, hukuman bisa berupa sabetan rotan, dan hal itu dianggap wajar. Karena itu, hukuman menjadi bagian dari pelajaran. Jika seorang murid melawan hukuman tersebut, maka hikmah dari guru tidak akan diperolehnya.

Advertisement

Masyarakat Timur, terutama dalam tradisi Islam, meyakini bahwa setiap hukuman dari guru membawa hikmah, berkah, bahkan bisa membuka jalan (futuh) bagi seorang murid. Ini bukan soal logika, melainkan soal kepercayaan. Oleh karena itu, pahit getir bersama guru harus diterima dan dijadikan sesuatu yang bermanfaat, yang kelak akan membawa hikmah.

Kadang, perkataan dan tindakan seorang guru mengandung ujian, dan maksudnya mungkin masih misteri. Hal ini hanya dapat dipahami dalam ranah tarekat. Perkataan seorang guru adalah kebenaran yang hakiki, meskipun terkadang hanya berupa ujian. Murid tidak perlu memperdalam hal itu; yang paling penting adalah menerima atau ‘ittiba’ (mengikuti).

Ujian yang diberikan oleh guru sering kali tidak diketahui sebagai ujian oleh murid. Tugas murid hanyalah mempersiapkan diri, baik secara jiwa, raga, maupun mental. Yang dibutuhkan adalah kekuatan mental agar tidak lemah, apalagi cengeng. Sebab, sebenarnya ujian dari guru bertujuan untuk menaikkan derajat murid di hadapan Allah SWT.

Guru adalah perpanjangan tangan Allah di dunia untuk memberikan pendidikan kepada murid-muridnya. Pendidikan dari Allah kepada seseorang bisa melalui dua cara: melalui alam atau melalui proses keguruan. Pendidikan melalui keguruan akan mengantarkan seseorang kepada derajat yang lebih tinggi, khususnya dalam pendidikan ketuhanan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَحَسِبَ النَّا سُ اَنْ يُّتْرَكُوْۤا اَنْ يَّقُوْلُوْۤا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَـنُوْنَ

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman” dan mereka tidak diuji?” (QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 2)

Lalu guru pun memberikan ujian sesuai dengan kadar kesanggupan seseorang sebagaimana Allah SWT berfirman:

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَاۤ اِنْ نَّسِيْنَاۤ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَاۤ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَا قَةَ لَنَا بِهٖ ۚ وَا عْفُ عَنَّا ۗ وَا غْفِرْ لَنَا ۗ وَا رْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰٮنَا فَا نْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 286)

Advertisement

Guru Tarekat Tasawuf
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Tasawuf Elegan

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf Elegan

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Tasawuf Elegan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

Tasawuf Elegan

Alam Gaib dan Alam Batin: Sebuah Refleksi Pemahaman Keimanan

BERITA TERBARU

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

Penggali Sumur di Malingping Meninggal, Tertimbun 7 Jam

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version