Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Hanya Tampak Salah dan Bukan Sebuah Kesalahan

Hanya Tampak Salah dan Bukan Sebuah Kesalahan

Tasawuf Elegan Minggu, 27 Oktober 2024 19:49 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

Penulis: Ki Banjar Agung

GazanaPublika.com – Apakah seorang guru memiliki kesalahan? Mungkin saja, karena guru pun adalah manusia yang tidak luput dari salah. Bahkan, kejujuran seorang guru terkadang menceritakan dirinya di masa lalu tentang kesalahan yang pernah diperbuatnya. Seorang guru tetap menyadari bahwa hanya Allah Yang Maha Suci, terlepas dari segala kesalahan, sementara manusia adalah tempat bertumpunya kesalahan.

Advertisement

Uraian ini bukan berarti seorang murid dengan lancangnya menuduh gurunya salah. Seorang murid yang taat harus tetap menjaga pikirannya agar tidak berprasangka negatif kepada gurunya, karena itu adalah bagian dari adab. Dalam aspek ketasawufan, diyakini bahwa kesalahan seorang guru bisa membawa rahmat bagi muridnya. Seandainya guru pernah bersalah kepada muridnya, Allah akan memberikan ganjaran kepada murid tersebut berupa hikmah yang suatu saat akan bermanfaat bagi dirinya.

Kadang, ketika seorang guru menjalankan tugasnya, ia tidak henti-hentinya memberi nasihat. Dalam konteks tertentu, guru mungkin juga memberikan teguran bahkan memarahi muridnya. Dalam situasi seperti ini, bisa jadi timbul perasaan tidak menerima di hati murid, yang akhirnya melahirkan *su’uzhan* atau pikiran buruk. Murid bisa berpikir melampaui batas dan merasa bahwa gurunya tidak adil.

Dalam konteks menjalankan tugasnya, guru tidak pernah salah, terutama jika di dalam diri guru diterangi cahaya Allah yang membuatnya terhindar dari kesalahan. Sesungguhnya, kesalahan mungkin terdapat pada murid, yang tidak menyadari kekeliruannya sendiri. Jika terlihat seolah-olah guru bersalah, mungkin saja guru sedang menguji kepribadian murid, sejauh mana kejernihan hatinya dalam menilai guru. Guru juga mungkin menguji kesabaran dan ketahanan mental murid dalam menerima ujian. Apakah murid sudah rida? Apakah sudah ikhlas dan tetap menjaga rasa syukurnya?

Sebagaimana yang telah dibahas sebelumnya, guru pun kadang kala menguji kualitas muridnya, sejauh mana kesiapannya dalam proses keguruan. Dengan ujian tersebut, guru akan mengukur kelemahan-kelemahan dalam kepribadian murid. Ada beberapa bahaya atas kelemahan kepribadian murid, antara lain su’uzhan kepada guru, bibit-bibit keputusasaan yang muncul dari kelemahan jiwa, sikap cengeng, mengeluh, galau, dan merasa terzalimi. Semua itu dapat mendekatkan murid pada kekufuran. Ujian ini salah satunya bertujuan untuk memantau kelemahan-kelemahan yang masih ada dalam diri murid.

Jadi, maksudnya dalam konteks keguruan dan aktivitasnya, guru tidak mungkin salah. Menuduh guru salah adalah perbuatan tercela yang bisa menutup murid dari rahmat Allah SWT. Guru memiliki privasi sendiri kepada Allah, dan hanya Allah yang berhak menilai seorang guru, sementara murid hanya diwajibkan untuk selalu ittiba’ (mengikuti) guru dan menjalani proses apa pun dengan pikiran positif.

Guru hanya tampak salah bagi murid yang tidak memahami perilaku dan kepribadiannya, padahal sesungguhnya guru tidak pernah salah. Kadang tampak salah itu hanyalah pandangan murid yang tidak memahami bahwa guru sedang memberikan ‘obat’ bagi dirinya, yang mungkin tidak diketahui oleh murid. Dalam pribadi guru terdapat banyak misteri yang tidak bisa diungkap hanya dari perbuatannya. Kadang tujuan guru lebih jauh dari apa yang disaksikan secara lahir oleh murid.

Advertisement

Tasawuf
Ki Banjar Agung

Penulis

BERITA LAINNYA

Tasawuf Elegan

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf Elegan

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Tasawuf Elegan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

Tasawuf Elegan

Alam Gaib dan Alam Batin: Sebuah Refleksi Pemahaman Keimanan

BERITA TERBARU

Sinergi Penegak Hukum: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Sambangi Kejagung, Tekankan Hilangnya Rivalitas

Kapolri Temui Jaksa Agung: Tidak Pernah Ada Masalah di Antara Dua Institusi

Kronologi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tersangka Megakorupsi dan TPPU

Gerakan Ayah Mengantar Anak Hari Pertama Sekolah Mendapat Dukungan Resmi di Berbagai Daerah

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

Melirik Dukungan Pusat untuk Perkebunan Jawa Barat

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.