Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Tasawuf dengan Gerakan

Tasawuf dengan Gerakan

Tasawuf Elegan Minggu, 24 November 2024 21:08 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: blibli.com

Advertisement

Penulis: Ki Banjar Agung

GazanaPublika.com – Mungkinkah ada yang pernah bertanya, mengapa salah satu bagian ritual tasawuf melibatkan gerakan-gerakan. Contoh figur yang memukau dengan gerakannya adalah Jalaluddin Rumi. Gerakannya sederhana, hanya berputar, satu tangannya diangkat ke atas. Lalu ujung jari menjadi titik yang menjadi pusat untuk difokuskan dilihat, sambil berputar.

Advertisement

Di luar gerakan Rumi, masih banyak lagi tasawuf yang menggunakan gerakan dalam ritualnya, diantara yang lain ialah tarian Syekh Saman. Jadi Sufi menggunakan gerakan ternyata adalah bagian dari metode keilmuan yang diperkenalkan kepada para salik. Untuk apa gerakan tersebut sebetulnya? Baiknya hal ini dibicarakan dan dibahas untuk menjadi gambaran agar bisa dimengerti.

Gerak atau gerakan adalah tasbihnya manusia. Ditasbih tasbih ada makna dan dalam makna. Tasbih itu sendiri pada hakikatnya berhubungan langsung dengan Allah SWT. Makna itu sendiri hakikatnya tersusun atas huruf-huruf. Setiap huruf mengandung makna dan ketika terangkai membentuk makna. Bagi manusia, tiap makna adalah dirinya berhadapan dengan Allah SWT.

Oleh karena itu gerak dan makna tidak dapat dipisahkan. Silat pada dasarnya adakah rangkaian dari gerak. Tentu saja itu bagian dari tasbih. Lebih luasnya seluruh seni gerak berhubungan dengan sesuatu. Dan tidak semua gerak, berhubungan dengan Allah.

Alam semesta dan seisinya beetasbih memuji Allah. Bahkan di dalam Al Quran menerangkan bahwa burung-burung yang mengepakan sayap pun, hakikatnya sedang memuji Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ يُسَبِّحُ لَهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ وَا لطَّيْرُ صٰٓـفّٰتٍ ۗ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَا تَهٗ وَتَسْبِيْحَهٗ ۗ وَا للّٰهُ عَلِيْمٌ بِۢمَا يَفْعَلُوْنَ

“Tidakkah engkau (Muhammad) tahu bahwa kepada Allah-lah bertasbih apa yang di langit dan di bumi, dan juga burung yang mengembangkan sayapnya. Masing-masing sungguh telah mengetahui (cara) berdoa dan bertasbih. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (QS. An-Nur 24: Ayat 41)

Dari ayat tersebut bahwa seekor burung pun yang mengepakan sayapnya dipahami bahwa mereka sedang berdoa dikarenakan di dalam tasbih itu mengandung doa. Bahkan dijelaskan dalam ayat tersebut bahwa seluruh hewan berdoa dengan caranya masing-masing.

Doa adalah pesan dan harapan kepada Allah. Setiap doa sudah tentu dengan maknanya. Namun di dalam tasbih, makna tidak terkandung di dalam kalam tetapi pada gerak itu sendiri.

Oleh karenanya bagi orang yang makrifat akan mengetahui makna setiap gerak karena sama dengan telah memberikan pesan kepada Allah. Orang yang pusing, salah satu geraknya dia akan berbaring telentang. Lalu ruang tangannya diletakan di atas dahinya. Bukankah itu doanya? Okeh karenanya, bukan saja ucapan yang perlu dijaga namun setiap gerak dan langkah. Perbaikilah gerakan, yang artinya bisa dipahami, perbaiki doa. Jangan sampai gerak yang diwujudkan adalah gerak yang mengandung unsur negatif.

Orang yang mengangkat kedua tangannya, lalu mengerak-gerakan sambil mengerakan setiap jarinya, makna gerakan itu sedang memanggil syetan. Bukankah hal itu suatu yang berbahaya?

Oleh karenanya setiap tarian pun harus dipahami makna gerakannya. Khawatir gerakannya salah, misalkan gerakan orang-orang banci yang akan mengundang homoseksual.

Sekedar untuk penegasan, salah satu gerakan yang bermakna dan mengandung unsur positif adalah gerakan pencak silat. Apalagi gerakan silat Cimande akan memberikan dampak positif dan aura positif lainnya yang membangkitkan citra yang baik.

Semoga dengan tulisan ini bisa memberikan stimulasi untuk umat agar mau belajar lebih dalam tentang seni gerak, khususnya pencak silat agar gairah budaya dapat ditingkatkan lagi. Banyak sekali manfaat yang nanti akan diraih dari keberadaan budaya.

Advertisement

Tasawuf
Ki Banjar Agung

Penulis

BERITA LAINNYA

Tasawuf Elegan

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf Elegan

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Tasawuf Elegan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

Tasawuf Elegan

Alam Gaib dan Alam Batin: Sebuah Refleksi Pemahaman Keimanan

BERITA TERBARU

Sinergi Penegak Hukum: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Sambangi Kejagung, Tekankan Hilangnya Rivalitas

Kapolri Temui Jaksa Agung: Tidak Pernah Ada Masalah di Antara Dua Institusi

Kronologi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tersangka Megakorupsi dan TPPU

Gerakan Ayah Mengantar Anak Hari Pertama Sekolah Mendapat Dukungan Resmi di Berbagai Daerah

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

Melirik Dukungan Pusat untuk Perkebunan Jawa Barat

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.