Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Khawatir dan Cemas

Khawatir dan Cemas

Tasawuf Elegan Minggu, 5 Januari 2025 16:32 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّه

“Barang siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya.” (al-Hadits)

Advertisement

Penulis: Ki Banjar Agung

GazanaPublika.com –  Melanjutkan pembahasan sebelumnya mengenai mengenali diri sebagai langkah mendekatkan diri kepada Allah SWT, perubahan diri bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika sifat-sifat tertentu telah terbentuk sejak kecil dan terus terpelihara hingga dewasa. Namun, meskipun sifat itu telah terbentuk, ia tidak bersifat permanen. Dengan kesungguhan, seseorang masih bisa mengubahnya.

Makna Khawatir dan Cemas

Khawatir dan cemas sering kali dianggap sama, tetapi memiliki perbedaan mendasar. Kekhawatiran adalah prasangka buruk terhadap sesuatu yang belum tentu terjadi, misalnya khawatir akan kekurangan rezeki, tidak menikah, atau menghadapi kesulitan di masa depan. Sebaliknya, kecemasan lebih berupa ketakutan terhadap sesuatu yang diprediksi secara berlebihan, terutama terkait dengan orang lain atau diri sendiri.

Kedua perasaan ini juga sering kali dianggap sebagai bentuk gejala kejiwaan. Jika dibiarkan berlebihan, keduanya bisa berkembang menjadi gangguan kejiwaan. Namun, gangguan kejiwaan ini berbeda dari gangguan jiwa yang lebih parah dan identik dengan sakit jiwa. Dalam batas tertentu, gangguan kejiwaan dianggap wajar, karena banyak orang mengalaminya.

Tasawuf tentang Khawatir dan Cemas

Dalam tasawuf, sifat khawatir dan cemas adalah kelemahan jiwa yang perlu dikoreksi. Kedua sifat ini menunjukkan kurangnya ketulusan dan kepasrahan kepada Allah SWT. Orang yang bersyukur dan percaya pada ketetapan Allah tidak akan dikuasai rasa khawatir, karena ia yakin bahwa segala sesuatu telah diatur oleh-Nya. Kepasrahan yang mendalam membuatnya tidak lagi terganggu oleh rasa khawatir atau cemas.

Ketakutan yang Melemahkan Jiwa

Khawatir dan cemas sejatinya adalah bentuk ketakutan yang melemahkan jiwa. Ketakutan ini sering kali muncul dalam bentuk ketakutan menghadapi kenyataan hidup. Sifat ini, jika dibiarkan, akan mengundang penyakit jiwa yang lebih besar, baik secara lahir maupun batin. Oleh karena itu, penting untuk mengatasi kekhawatiran dan kecemasan dengan membangun (1) Jiwa yang kuat, (2) Pikiran yang sehat. (3) Hati yang bersih

Ketiga hal ini menjadi kunci utama untuk melawan segala bentuk gangguan kejiwaan, termasuk rasa khawatir dan cemas yang berlebihan.

Jika muncul perasaan-perasaan lemah atau negatif, imbangi dengan pikiran sehat dan positif. Pikiran negatif sering kali melahirkan prasangka seperti “mungkin sesuatu yang buruk akan terjadi.” Untuk melawannya, tanamkan keyakinan sebaliknya, “tidak mungkin hal itu akan terjadi.” Proses ini perlu dilakukan terus-menerus, seperti menggambarkan adanya dua elemen dalam diri—protagonis dan antagonis—yang dalam tasawuf dikenal dengan metode taifur.

Ketika pikiran positif terus dikembangkan, pikiran dan perasaan negatif akan perlahan menghilang. Perkuat diri dengan prinsip-prinsip tegas seperti, “Saya tidak boleh cengeng menghadapi hidup,” atau, “Saya tidak boleh khawatir melihat sesuatu.” Doktrin-doktrin semacam ini akan menjadi benteng yang menetralisir gejala negatif dalam diri, sehingga secara fisik dan mental, hasilnya akan membuat jiwa lebih sehat.

Sifat atau perbuatan negatif, baik secara moral maupun dalam kejiwaan, pasti menghambat kedekatan kita dengan Allah. Membersihkan diri dari hal-hal ini adalah bagian dari proses ibadah yang akan mendekatkan kita kepada-Nya. Semoga bermanfaat.

Advertisement

Tasawuf
Ki Banjar Agung

Penulis

BERITA LAINNYA

Tasawuf Elegan

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf Elegan

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Tasawuf Elegan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

Tasawuf Elegan

Alam Gaib dan Alam Batin: Sebuah Refleksi Pemahaman Keimanan

BERITA TERBARU

Sinergi Penegak Hukum: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Sambangi Kejagung, Tekankan Hilangnya Rivalitas

Kapolri Temui Jaksa Agung: Tidak Pernah Ada Masalah di Antara Dua Institusi

Kronologi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tersangka Megakorupsi dan TPPU

Gerakan Ayah Mengantar Anak Hari Pertama Sekolah Mendapat Dukungan Resmi di Berbagai Daerah

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

Melirik Dukungan Pusat untuk Perkebunan Jawa Barat

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.