Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Jangan Mengikuti Sosok-Sosok Ini

Jangan Mengikuti Sosok-Sosok Ini

Tasawuf Elegan Minggu, 27 April 2025 3:18 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّه

“Barang siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya.” (al-Hadits)

Advertisement

Penulis: Ki Banjar Agung

GazanaPublika.com – Dalam Al-Quran dan sejarah Islam, terdapat lima sosok manusia dan makhluk yang dijadikan contoh buruk karena pengaruh besarnya terhadap kehidupan manusia. Jika seseorang meniru karakter mereka, ia termasuk golongan orang-orang yang mungkar. Siapa sajakah mereka? Mereka adalah Firaun, Qarun, Abu Jahal, Abu Lahab, dan Iblis.

Sosok pertama adalah Firaun. Ia adalah gambaran manusia yang merasa dirinya sebagai Tuhan. Kekejamannya luar biasa, rela melakukan apa saja demi mempertahankan kekuasaan, termasuk membunuh banyak manusia. Salah satu kejahatan besarnya adalah menyembelih bayi-bayi Bani Israil karena takut suatu saat kekuasaannya direbut. Ketika Nabi Musa AS mengingatkan untuk tidak berbuat tirani, Firaun justru menangkap Musa dan para pengikutnya. Namun berkat pertolongan Allah, Nabi Musa AS dan umatnya selamat menyeberangi Laut Merah, sementara Firaun dan tentaranya tenggelam.

Sosok kedua adalah Qarun, cerminan manusia yang tamak dan serakah terhadap harta dunia. Saat miskin, Qarun tampak bersikap rendah hati, namun setelah kaya, ia berubah menjadi kikir dan sombong. Nabi Musa AS yang awalnya merasa iba kepadanya, bahkan memberikan sepasang kambing untuk dipelihara, akhirnya menyaksikan betapa angkuhnya Qarun setelah hartanya melimpah. Saat Nabi Musa bertamu, Qarun dan istrinya begitu pelit hingga menyajikan anjing yang dimasak sebagai jamuan. Akhir kisahnya tragis, Qarun ditelan bumi bersama seluruh kekayaannya.

Sosok ketiga adalah Abu Jahal, representasi manusia provokator. Abu Jahal bukanlah prajurit ulung, tetapi kekuatan ucapannya mampu menggerakkan banyak orang Quraisy untuk memusuhi Nabi Muhammad SAW. Ia adalah simbol dari orang yang memprovokasi permusuhan dan mengadu domba sesama.

Sosok keempat adalah Abu Lahab, paman Nabi Muhammad SAW sendiri. Tipikal manusia ini adalah pengkhianat, bahkan terhadap keluarganya. Abu Lahab dikenal sebagai orang yang kejam dan tega merencanakan pembunuhan terhadap keponakannya sendiri. Bersama istrinya, mereka bersekongkol untuk mencelakakan Rasulullah, namun rencana jahat mereka digagalkan oleh perlindungan Allah.
Sosok terakhir adalah Iblis, lambang dari makhluk yang merasa paling suci dan ahli ibadah. Iblis menolak perintah Allah karena merasa lebih mulia daripada makhluk lain, dan dalam hatinya tertanam rasa merendahkan dan menghinakan yang lain.

Kelima karakter ini mencerminkan tipe manusia yang harus diwaspadai: mereka yang merasa dirinya Tuhan, tamak akan harta, suka memprovokasi, berkhianat, serta merasa suci sendiri. Sifat-sifat ini sangat berbahaya bila tumbuh dalam diri manusia. Karena itu, penting bagi kita untuk terus bermuhasabah, menilai diri sendiri, dan membersihkan hati dari karakter-karakter tercela ini.***

Advertisement

Tasawuf
Ki Banjar Agung

Penulis

Advertisement

BERITA LAINNYA

Tasawuf Elegan

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf Elegan

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Tasawuf Elegan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

Tasawuf Elegan

Alam Gaib dan Alam Batin: Sebuah Refleksi Pemahaman Keimanan

BERITA TERBARU

Lada ‘Black Gold’, Artisnya Rempah-Rempah Zaman Kolonial

Febi Pirmansyah Kritik Pernyataan Cak Imin soal NU: Jangan Salahkan Organisasi, Lihat Rekam Jejak Sendiri

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.