Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Warga Keluhkan Limbah PKL di Alun-Alun Malingping

Warga Keluhkan Limbah PKL di Alun-Alun Malingping

Banten Rabu, 4 Juni 2025 21:54 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Suasana alun-alun Malingping di sore hari yang dipadati pedagang kaki lima, Rabu petang (4/6/2025)

Advertisement

GazanaPublika.com, Lebak – Pengelolaan sampah dan limbah di sekitar Alun-Alun Malingping dikeluhkan warga karena dinilai semakin memprihatinkan. Limbah dari aktivitas jualan pedagang kaki lima (PKL) dibuang sembarangan, menciptakan kondisi yang mencerminkan buruknya tata kelola kebersihan, Rabu (4/6/2025).

Aly Su’udy, tokoh masyarakat Malingping, mengungkapkan kekhawatirannya atas bau tak sedap yang berasal dari sisa dagangan dan limbah air. Menurutnya, hal ini sangat mengganggu kenyamanan warga maupun pengguna jalan yang melintasi kawasan tersebut.

Advertisement

“Ini kotor dan bau, masyarakat Malingping yang menerima dampaknya. Apa kompensasinya dari pemerintah kecamatan? Masa wajah kota dicoreng tapi dibiarkan begitu saja? Di mana kepedulian kalian?” ujarnya dengan nada kesal.

Pimpinan Ponpes Daarul Fikri itu juga mengingatkan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap isu lingkungan seperti ini. Ia menekankan bahwa pembiaran terhadap masalah kecil bisa menjadi akar tumbuhnya kekuasaan yang menyengsarakan rakyat.

BACA JUGA:  Banten Darurat Obat Golongan G: Generasi Muda Terancam ODGJ, Pemprov Didesak Bangun RS Jiwa di Banten Selatan

“Ingat, oligarki bisa tumbuh karena kita membiarkannya sejak kecil. Ketika besar, mereka jadi penghisap darah rakyat. Akhirnya, yang bodoh jadi pengikut, yang pintar jadi penjilat, dan yang peduli malah ditindas. Kita butuh waktu ratusan tahun untuk merdeka,” tegasnya.

Aly juga menyoroti lambannya penataan ulang kawasan Alun-Alun, dan menyebut ada pihak-pihak yang justru diuntungkan dari ketidakberesan ini, sehingga perbaikan sulit dilakukan.

“Berapa lama lagi kita akan menata ulang wajah Malingping? Sementara ada saja yang menikmati ketidakstabilan ini. Masalah makin rumit, muncul banyak pihak yang merasa dirugikan. Kita bicara perjuangan Daerah Otonomi Baru (DOB), tapi hal sederhana seperti ini saja belum bisa dituntaskan,” tambahnya.

BACA JUGA:  Haul Abuya Ibrahim ke-37, Mengenang Perjalanannya di Banten Selatan

Sementara itu, seorang netizen berinisial MZM juga angkat suara. Ia menekankan pentingnya penataan ulang kawasan Alun-Alun agar bisa menjadi ruang publik yang nyaman dan estetis.

“Perlu penataan ulang supaya lebih rapi dan indah. Alun-Alun itu milik bersama, harus jadi tempat nyaman untuk semua. Trotoar juga harus dikembalikan fungsinya sebagai jalur aman untuk pejalan kaki,” tulisnya.

Terpisah, Kepala Seksi Satpol PP Kecamatan Malingping, Andi Subhan, saat dikonfirmasi, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut sebenarnya petugas kebersihan rutin bekerja di area itu.

“Oh iya, biasanya memang ada petugas kebersihan. Umumnya setelah subuh juga sudah dibersihkan kok,” jelas Andi kepada wartawan. (Iyang Bahtiar)

Advertisement

Malingping
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

Banten

Driver Lokal Lontar Tolak Penambahan Armada FABA dari Luar Wilayah, Minta Kontrak dan Ritasi Transparan

Banten

Febi Pirmansyah Kritik Pernyataan Cak Imin soal NU: Jangan Salahkan Organisasi, Lihat Rekam Jejak Sendiri

Banten

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

BERITA TERBARU

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

Prabowo Bahas Penyesuaian Syarat Rekrutmen Warga Dayak Pedalaman Jadi Prajurit TNI

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.