Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Pernikahan Sarti, Wanita Cantik Baduy Luar, Disaksikan Ribuan Follower dan Ratusan Warga

Pernikahan Sarti, Wanita Cantik Baduy Luar, Disaksikan Ribuan Follower dan Ratusan Warga

Banten Jumat, 27 Juni 2025 22:06 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Lebak – Kampung Baduy Luar di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten, bergemuruh dalam sukacita pada Kamis, 26 Juni 2025. Momen sakral pernikahan adat antara Sarti, wanita muda dari Suku Baduy Luar yang dikenal luas karena kecantikannya, dan pemuda Baduy bernama Narman, tak hanya menjadi peristiwa adat biasa. Ia menjelma menjadi simbol bersatunya cinta dan kearifan lokal di tengah terpaan arus digital dan modernisasi.

Prosesi adat yang berlangsung khidmat itu diselenggarakan dengan penuh kesetiaan terhadap tata cara leluhur Baduy. Setiap tahap, mulai dari persiapan, ikrar suci, hingga perayaan, dilakukan dalam nuansa kesederhanaan namun sarat makna. Tak ada kemewahan yang artifisial, hanya kebersahajaan yang merefleksikan nilai-nilai hidup masyarakat Baduy yang menjaga jarak dari kemegahan dunia luar.

Advertisement

Namun, di balik nuansa tradisional itu, semarak digital ikut menambah warna. Dikenal publik melalui media sosial, Sarti telah menjelma menjadi sosok ikonik yang memperkenalkan adat Baduy kepada jutaan orang. Akun Instagram miliknya, @sartibaduy_official, memiliki lebih dari 285 ribu pengikut, sementara akun TikTok-nya telah menjangkau lebih dari 2,8 juta follower.

BACA JUGA:  Hasil Gelar Perkara dan Keterangan Ahli: Dugaan Pemalsuan Dokumen Tidak Memenuhi Unsur Pidana

Tak heran jika kabar pernikahan tersebut langsung meledak di media sosial. Ucapan selamat dan doa langgeng membanjiri setiap unggahan yang berhubungan dengan acara pernikahan mereka.

“Happy wedding kak Sarti dan Bang Narman,” tulis pengguna TikTok @mayangandini.
“Semoga jadi keluarga sakinah mawadah warahmah,” komentar @haloevii.

“Langgeng terus sampai tua ya, Sarti dan Narman!” sambung @ulliul_.

Pesta Rakyat yang Menjadi Panggung Budaya

Lebih dari sekadar acara keluarga, pernikahan Sarti dan Narman menjadi magnet budaya dan sosial. Ratusan warga dari sekitar Kanekes memadati lokasi, termasuk wisatawan lokal, tokoh budaya, hingga sejumlah kreator konten seperti Vilmei. Mereka datang bukan hanya untuk menyaksikan pernikahan, tetapi juga untuk menyerap kekayaan budaya Baduy yang autentik.

Dari iringan musik tradisional, kain tenun khas Baduy yang dikenakan para tamu, hingga upacara adat yang dilakukan tanpa listrik atau teknologi canggih, semuanya menjadi pengingat bahwa modernitas bisa berjalan beriringan dengan pelestarian budaya – bukan menggantikannya.

Pernikahan ini juga menjadi momen refleksi, di mana masyarakat modern kembali terpesona pada nilai-nilai seperti kesetiaan, kesederhanaan, dan kedekatan dengan alam. Banyak tamu yang mengabadikan momen ini dengan kamera, namun tak sedikit pula yang memilih menikmati setiap tahap upacara dengan hadir sepenuh hati, mengikuti irama kehidupan yang dijaga turun-temurun oleh masyarakat Baduy.

BACA JUGA:  Polda Banten Terima Masukan HMI, Perkuat Komitmen Pelayanan Publik

Cinta dan Tradisi: Pesan dari Kanekes untuk Dunia

Dalam unggahan Instagram-nya, Narman menuliskan kalimat sederhana namun menyentuh, “Selamanya kita dimulai sekarang.” Kalimat itu menyiratkan bahwa kebahagiaan yang dibangun bersama bukan sekadar hari pernikahan, tapi sebuah perjalanan panjang yang dimulai dari nilai-nilai luhur.

Wartawan Radar Banten yang meliput langsung di lokasi mencatat antusiasme warga dan tamu yang luar biasa. Mereka menilai bahwa pernikahan ini bukan hanya mengukuhkan ikatan dua insan, tetapi juga memperkuat ikatan masyarakat dengan tradisinya. (RadarBanten.co.id, 27/06/2025)

Di tengah dunia yang makin cepat berubah, kisah Sarti dan Narman adalah penanda bahwa warisan budaya bukanlah beban masa lalu, melainkan cahaya yang menuntun masa depan. Dari pelosok Kanekes, cinta dan adat bertaut dalam upacara yang tidak hanya memukau mata, tetapi juga menggugah jiwa.

Advertisement

Aksi Baduy
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Diduga Langgar Fungsi Trotoar, Pemilik Konter HP di Kota Serang Terlibat Adu Mulut dengan Satpol PP

Banten

BMKG Pantau Intensif Aktivitas Gunung Anak Krakatau dan Ingatkan Risiko Tsunami Non Tektonik

Banten

Wagub Dimyati Apresiasi Sunatan Massal Gratis Pendekar 08 Banten di Tangsel

Banten

Wagub Dimyati Lantik Pengurus Baru AAIPI Banten: Cegah Kebocoran Anggaran Sejak Dini

BERITA TERBARU

Keluhan Mitra Dapur Program Makan Bergizi Gratis Soal Keracunan

Tuai Kecaman, Trump Ancam Terapkan Tarif Kargo Selat Hormuz

Rumah Anggota BPK Digeledah KPK

Sinergi Penegak Hukum: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Sambangi Kejagung, Tekankan Hilangnya Rivalitas

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

Melirik Dukungan Pusat untuk Perkebunan Jawa Barat

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.