Advertisement
GazanaPublika.com, Lebak – Sebagai respons cepat terhadap kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Pemerintah Desa bekerjasama dengan Penyuluh Kesehatan Masyarakat (PKM) Malingping mengajukan Fooging ke Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, melakukan tindakan fogging (pengasapan) di wilayah terdampak, tepatnya di RT 005 RW 002, Malingping, Rabu (3/7/2025).
Dalam kegiatan itu juga melibatkan Tim TNI yang dikerahkan dari Koramil Malingping.
Advertisement
Tindakan ini dilakukan setelah ditemukan tiga kasus DBD yang menyebabkan warga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Berdasarkan rekomendasi hasil penyelidikan epidemiologi (PE), tim fogging dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak diterjunkan ke lapangan guna membasmi nyamuk dewasa sebagai salah satu upaya menekan risiko penyebaran DBD lebih lanjut.
Tim fogging yang terdiri dari dua petugas lapangan datang bersama Gina Indriyani, Koordinator Program Penanganan DBD Kabupaten Lebak. Mereka didampingi oleh Ketua RT setempat, perangkat desa, dan Babinsa Desa Sukaraja untuk memastikan proses berjalan dengan aman dan lancar.
Antusiasme warga terlihat sangat tinggi. Banyak warga yang meminta agar rumah mereka turut diasapi demi mencegah penyebaran nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus DBD. Sejumlah warga juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dari pemerintah daerah dan berharap kasus serupa tidak terjadi lagi.
“Kami sangat berterima kasih kepada tim kesehatan Kabupaten Lebak maupun dari Kecamatan Malingping yang telah mendatangkan tim fogging ke kampung kami. Semoga setelah fogging ini, warga Kampung Sukaraja bisa hidup lebih sehat. Kami juga berkomitmen untuk terus menjaga kebersihan lingkungan bersama warga,” ujar Ketua RT 005/002, Aep Saepudin.
Sementara itu, kader Posyandu yang aktif di wilayah tersebut, Siti Fatimah atau yang akrab disapa Bu Entim, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran tim fogging. Ia juga menegaskan bahwa edukasi tentang pola hidup bersih akan terus digencarkan di tengah masyarakat.
“Kami sangat gembira dengan hadirnya tim fogging dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak. Ini menjadi semangat tambahan bagi kami untuk terus mensosialisasikan pentingnya hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Meskipun fogging merupakan salah satu upaya pengendalian penyebaran DBD, pihak Dinas Kesehatan tetap menekankan bahwa fogging bukan solusi utama. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, namun tidak mematikan telur, larva, atau jentik nyamuk. Oleh karena itu, diperlukan tindakan berkelanjutan seperti Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), pengurasan bak mandi, penutupan tempat penampungan air, dan penguburan barang bekas yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Edukasi dan pelibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan merupakan kunci utama pencegahan DBD secara berkelanjutan. Harapannya, warga Desa Sukaraja semakin aktif dalam kerja bakti dan kegiatan PSN rutin agar wabah DBD tidak kembali terjadi.
Keterangan dari Kepala Puskesmas Malingping
Kepala Puskesmas Malingping, Aep Syaefullah, menegaskan bahwa tindakan fogging dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi (PE) yang dilakukan timnya di lapangan.
“Sesuai dengan hasil PE yang dilakukan oleh tim Puskesmas Malingping, kami mengajukan agar dilakukan fogging. Walaupun demikian, perlu dipahami bahwa fogging bukanlah jalan utama untuk memberantas penyebaran DBD,” ujar Aep.
Ia juga menekankan pentingnya PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah utama pencegahan.
“Peran serta masyarakat harus ditingkatkan. Kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sangat krusial. Kami mendorong warga untuk melakukan kegiatan ‘jumsih’ (jumat bersih) atau minggu bersih secara rutin. Dengan PSN yang teratur, kami harapkan tidak ada lagi peningkatan kasus DBD ke depan,” tambahnya.
Aep juga mengingatkan bahwa fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentik dan telur nyamuk tetap bisa berkembang menjadi nyamuk dewasa bila tidak dilakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk secara menyeluruh.
Dengan bertambahnya keterangan dari Kepala Puskesmas ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa penanggulangan DBD tidak cukup hanya dengan fogging, melainkan juga harus melibatkan tindakan preventif yang konsisten dan berkelanjutan dari seluruh lapisan masyarakat. (Mans)
Advertisement
