Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Lapas Rangkasbitung Gandeng Reni Collection, Cetak Penjahit

Lapas Rangkasbitung Gandeng Reni Collection, Cetak Penjahit

Banten Minggu, 13 Juli 2025 20:09 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Lebak – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Rangkasbitung kembali menunjukkan komitmennya dalam membina dan memberdayakan warga binaan melalui program pelatihan kemandirian. Bekerjasama dengan Reni Collection, salah satu pelaku usaha bidang fashion di Lebak, Lapas Rangkasbitung menyelenggarakan pelatihan menjahit profesional yang berlangsung di Aula Lapas, pada Sabtu (12/7/2025).

Sebanyak 20 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP) antusias mengikuti pelatihan yang didampingi oleh instruktur berpengalaman. Suasana aula tampak hidup dengan aktivitas peserta yang serius memperhatikan teknik menjahit, mulai dari mengenal alat-alat dasar hingga praktik langsung membuat pola pakaian. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan teknis, namun juga sebagai bentuk dukungan nyata dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi warga binaan yang sedang menjalani masa hukuman.

Advertisement

BACA JUGA:  Pemkot Cilegon dan Densus 88 Sinergi Benteng Kebangsaan Tangkal Radikalisme Digital

Kepala Lapas Rangkasbitung, Rd Achmad Zaki, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk menyiapkan warga binaan menghadapi masa depan yang lebih baik.

“Kami ingin memberikan kesempatan kepada WBP untuk mengembangkan keterampilan yang bermanfaat, sehingga mereka dapat lebih mudah berintegrasi kembali ke masyarakat dan memiliki peluang untuk mandiri secara ekonomi,” ujar Zaki, yang dikenal aktif mendorong program-program pemberdayaan di dalam lapas.

Sementara itu, Eka Yogaswara, Kasubsi Pembinaan Lapas Rangkasbitung, menyampaikan bahwa pelatihan ini bukan sekadar penguasaan teknis semata, melainkan juga menyentuh aspek mental dan emosional warga binaan.

“Kami berkomitmen memberikan pembinaan yang holistik. Program pelatihan menjahit ini tidak hanya tentang keterampilan teknis, tetapi juga memberikan ruang untuk menumbuhkan kreativitas, kepercayaan diri, dan semangat untuk memperbaiki diri,” jelasnya.

BACA JUGA:  Pelajar SMPN 1 Wanasalam Tewas Laka Lantas Setelah Motor Diserempet Dump Truk

Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang selama ini dijalankan oleh Lapas Rangkasbitung secara berkelanjutan. Dengan menggandeng mitra dari sektor swasta seperti Reni Collection, pihak lapas berharap hasil pelatihan ini dapat berbuah nyata — WBP memiliki keahlian menjahit yang dapat dijadikan bekal usaha setelah bebas nanti.

Tidak sedikit dari alumni program pelatihan semacam ini yang berhasil membuka usaha konveksi rumahan atau bergabung dengan industri garmen lokal. Ke depan, Lapas Rangkasbitung juga berencana mengembangkan program pelatihan lainnya, termasuk di bidang kuliner, digital marketing, dan kerajinan tangan, guna memperluas peluang ekonomi pasca-pembebasan.

Melalui kegiatan seperti ini, Lapas Rangkasbitung menegaskan bahwa penjara bukan hanya tempat hukuman, tetapi juga wadah perubahan dan pembinaan menuju kehidupan yang lebih bermartabat.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Banten

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

Banten

Driver Lokal Lontar Tolak Penambahan Armada FABA dari Luar Wilayah, Minta Kontrak dan Ritasi Transparan

Banten

Febi Pirmansyah Kritik Pernyataan Cak Imin soal NU: Jangan Salahkan Organisasi, Lihat Rekam Jejak Sendiri

Banten

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

BERITA TERBARU

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

Prabowo Bahas Penyesuaian Syarat Rekrutmen Warga Dayak Pedalaman Jadi Prajurit TNI

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.