Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Produk Pasthika Lapas Kelas III Rangkasbitung Unjuk Karya di IPPAFEST 2025 Aloha PIK 2

Produk Pasthika Lapas Kelas III Rangkasbitung Unjuk Karya di IPPAFEST 2025 Aloha PIK 2

Banten Senin, 11 Agustus 2025 18:56 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Rangkasbitung – Produk unggulan *Pasthika* (Produk Karya Warga Binaan Pemasyarakatan/WBP) Lapas Kelas III Rangkasbitung kembali mencuri perhatian publik. Kali ini, Pasthika tampil di ajang bergengsi Indonesia Prison Product and Art Festival (IPPAFEST) 2025 yang digelar pada 8–10 Agustus di Aloha PIK 2, Jakarta Utara.

IPPAFEST 2025 dibuka secara resmi oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya dukungan masyarakat terhadap karya dan kreativitas WBP sebagai bagian dari proses pembinaan dan reintegrasi sosial.

Advertisement

Kepala Lapas Kelas III Rangkasbitung menyampaikan bahwa partisipasi ini menjadi momentum penting untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan kualitas produk karya WBP kepada masyarakat luas.

BACA JUGA:  Berkas Perkara Korupsi Kredit Fiktif Bank BJB Dilimpahkan ke Kejaksaan, Oknum Perbankan dan Pengusaha Dibidik

“Kami ingin menunjukkan bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya memberi keterampilan, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang layak bersaing di pasaran. IPPAFEST adalah panggung yang tepat untuk itu,” ujarnya.

Selain menjadi ajang promosi, kegiatan ini diharapkan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha dan komunitas kreatif, sehingga program pembinaan kemandirian di Lapas dapat terus berkembang serta memberi manfaat berkelanjutan bagi para WBP.

Dengan keikutsertaan di IPPAFEST 2025, Lapas Kelas III Rangkasbitung menegaskan komitmennya untuk terus mendukung inovasi, kreativitas, dan pemberdayaan WBP. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun reintegrasi sosial yang positif dan berkelanjutan.***

BACA JUGA:  Kapolsek Kragilan Rayakan Ulang Tahun di Tengah Pengamanan Grand Final Persidura Cup 1

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Banten

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

Banten

Driver Lokal Lontar Tolak Penambahan Armada FABA dari Luar Wilayah, Minta Kontrak dan Ritasi Transparan

Banten

Febi Pirmansyah Kritik Pernyataan Cak Imin soal NU: Jangan Salahkan Organisasi, Lihat Rekam Jejak Sendiri

Banten

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

BERITA TERBARU

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

Prabowo Bahas Penyesuaian Syarat Rekrutmen Warga Dayak Pedalaman Jadi Prajurit TNI

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.