Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Motif Tiga Jaro Bergabung TTKKBI: Demi Lestarikan Tradisi

Motif Tiga Jaro Bergabung TTKKBI: Demi Lestarikan Tradisi

Banten Rabu, 13 Agustus 2025 23:03 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Serang – Gelombang semangat menjaga budaya lokal kian terasa di Kabupaten Serang. Salah satu yang menjadi magnet baru adalah Jaringan Organisasi Budaya dan Pencak Silat Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI). Di tengah derasnya arus modernisasi, organisasi ini justru menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, menarik perhatian berbagai tokoh masyarakat, termasuk para kepala desa yang dikenal dengan sebutan Jaro.

Dalam beberapa bulan terakhir, tiga tokoh desa memutuskan untuk bergabung ke TTKKBI. Mereka adalah Jaro Yana dari Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas — desa yang kerap disebut sebagai salah satu desa terbaik di Indonesia — kemudian Jaro Amin, Kepala Desa Cidahu, Kecamatan Kopo, dan Jaro Sayung, Kepala Desa Keserangan, Kecamatan Ciruas. Ketiganya kini berada di bawah naungan Dewan Pimpinan II Serang Timur, yang diketuai langsung oleh Jaro Yana panggilan akrab disapa Sapta Mulyana.

Advertisement

Momen kebersamaan para tokoh ini terlihat jelas pada Rabu (13/8/2025), ketika mereka menghadiri acara Walimatus Safar untuk keberangkatan Umrah Ketua Umum TTKKBI, H. Tb. Arif Hidayat, ke Tanah Suci Mekkah. Bukan sekadar seremoni, acara ini menjadi ajang silaturahmi yang hangat, penuh tawa, dan obrolan ringan yang sarat makna.

BACA JUGA:  Mayat Mengambang di Perairan Terate Serang Ternyata Warga Setempat, Polisi Pastikan Bukan Korban Speed Boat

Ketika ditanya alasan mereka memilih bergabung, ketiga Jaro itu memberikan jawaban yang berbeda namun memiliki benang merah yang sama: kecintaan pada budaya dan keinginan untuk menjaga warisan leluhur.

Bagi Jaro Yana, keputusan ini lahir dari keprihatinan pribadi. Ia melihat budaya di Serang mulai terkikis oleh pengaruh modernisasi.

“Apabila budaya kita tidak diperhatikan, saya khawatir dalam 10 tahun ke depan, budaya kita akan runtuh. Mungkin inilah jalan hidup saya, saya harus bergabung dengan orang-orang yang sevisi di TTKKBI,” ujarnya dengan nada mantap.

Sementara itu, Jaro Sayung justru terpesona dengan suasana kekeluargaan yang terjaga di organisasi ini. Menurutnya, TTKKBI bukan sekadar wadah latihan pencak silat, melainkan ruang untuk memelihara tradisi silaturahmi yang mulai jarang ditemui.

BACA JUGA:  DPC TTKKBI Kragilan Borong Piala Festival Milad ke-3, Amin Kuncir: Hasil Latihan Tiga Malam Berturut-turut

“Saya merasakan suasana yang akrab seperti zaman dulu. Dalam satu bulan saja bisa beberapa kali bersilaturahmi,” kata Jaro Desa Keserangan itu.

Berbeda lagi dengan Jaro Amin, ketertarikannya lebih banyak dipicu oleh kegiatan yang dinamis. Ia mengaku terkesan dengan ragam agenda TTKKBI, mulai dari gelaran pencak silat, tari jaipong, hingga berbagai festival seni.

“Kegiatannya aktif sekali. Di mana-mana saya dengar ada acara TTKKBI. Kita harus terus dukung. Hayu, kita support,” ajaknya penuh semangat.

Kehadiran para tokoh desa ini dipandang sebagai suntikan energi baru bagi TTKKBI. Bagi masyarakat Serang, ini bukan hanya soal menjaga jurus pencak silat atau menghidupkan tarian tradisional, tetapi juga membangun kembali rasa kebersamaan yang mulai memudar di tengah derasnya arus zaman. ****

Advertisement

Budaya Pencak Silat tjimande tari kolot karuhun banten indonesia TTKKBI
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

Banten

Penggali Sumur di Malingping Meninggal, Tertimbun 7 Jam

Banten

IMC Gandeng Polres Lebak Cegah Narkoba di Kalangan Pelajar Malingping

Banten

Perkuat Pencegahan Narkoba, Polres Lebak Edukasi Pelajar SMAN 2 Malingping

BERITA TERBARU

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version