Advertisement
GazanaPublika.com,Lebak – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Sukaraja, Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping, pada Senin malam (15/9/2025) berlangsung meriah dan penuh khidmat. Acara yang digelar setiap tahun ini selalu menjadi momen kebersamaan warga, dengan jumlah jamaah tahun ini diperkirakan mencapai 1.500 orang.
Tokoh masyarakat sekaligus kasepuhan Kampung Sukaraja, K. Sirojudin—yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Sabill Huda Sukaraja—menyampaikan rasa syukur atas tingginya antusiasme warga.
Advertisement
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini merupakan wujud syukur kami kepada Allah SWT, sekaligus harapan agar kita mendapat syafa’at Baginda Nabi Muhammad SAW. Kami berterima kasih kepada para kasepuhan, tokoh masyarakat, aparatur pemerintah, serta ibu-ibu pengajian yang hadir dari berbagai wilayah sekitar Kecamatan Malingping,” ujarnya.
Sirojudin juga menuturkan, semangat gotong royong masyarakat begitu terasa. Setiap keluarga telah melakukan iuran rutin sejak setahun sebelumnya, dengan kisaran Rp600.000 per KK, demi kelancaran acara. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur, di antaranya H. Dase Suhendri yang senantiasa berinfak dalam setiap kegiatan di Kampung Sukaraja.
“Semoga Allah SWT membalas dengan pahala berlipat ganda dan keberkahan hidup di dunia maupun akhirat,” tambahnya.
Rapi, Ketua Pemuda Kampung Sukaraja, menegaskan bahwa suksesnya acara ini tak lepas dari keterlibatan pemuda. “Alhamdulillah acara berjalan khidmat. Pemuda berperan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan, sehingga acara lancar sesuai harapan,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Mahmud, tokoh pemuda setempat, mengatakan bahwa kemeriahan Maulid Nabi di Sukaraja sudah terasa sejak jauh hari.
“Masyarakat mempersiapkan acara dengan sungguh-sungguh, sehingga saat pelaksanaannya berjalan tertib dan sesuai rencana,” tuturnya.
Hal tersebut juga diamini oleh K. Moh. Sibli (Ibi), yang menilai peran aktif pemuda menjadi kunci sukses acara. “Mulai dari perencanaan, persiapan, hingga pelaksanaan, pemuda selalu terlibat intens,” katanya.
Sementara itu, Aep Saepudin menambahkan bahwa ada yang berbeda pada peringatan Maulid tahun ini. “Biasanya acara digelar siang, tetapi tahun ini malam hari. Kami menghadirkan mubalig dari Jiput, Menes, Kabupaten Pandeglang, serta qori dari Cigeulis. Jamaah yang hadir membludak,” jelasnya.
Selain pengajian dan tausiyah, acara juga diramaikan dengan arak-arakan kamonesan serta pembuatan parsel, yang menjadi ciri khas perayaan Maulid di Kampung Sukaraja dan diikuti wilayah lain di Kecamatan Malingping.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Sukaraja pun kembali menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan, gotong royong, dan cinta kepada Nabi tetap hidup di tengah masyarakat.
Advertisement
Advertisement
