Advertisement
GazanaPublika.com, Lebak – Desa Sawarna Kecamatan Bayah menorehkan prestasi di kancah nasional. Dengan masuk dalam 15 besar terbaik di ajang Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata, melanjutkan momentum setelah sukses besar di tahun sebelumnya, Sabtu (9/11/2025).
Kepala Desa Sawarna, Iwa Sungkawa, menyampaikan optimis desa tersebut dapat kembali meraih gelar juara. Ia menekankan bahwa kunci keberhasilan Sawarna adalah perjuangan sejarah desa dan peran masyarakat setempat yang menjadi pelaku utama pariwisata.
Advertisement
“Yang terbesarnya adalah bagaimana peran masyarakat terhadap dunia pariwisata, karena 99 persen pelaku pariwisata adalah pelakunya masyarakat Sawarna sendiri,” ujar Iwa.
Diketahui, Desa Sawarna memiliki rekam jejak juara yang mengesankan, yang menjadi dasar kuat untuk target di WIA 2025. Tahun 2024 (Kementerian Desa PDTT), berhasil menembus 15 besar nominasi dan akhirnya dinobatkan sebagai Juara 1 Lomba Desa Wisata Nusantara (LDWN) 2024 kategori desa berkembang. Tak hanya itu, BUMDES Sawarna juga meraih penghargaan Juara 2 Nasional kategori BUMDES Inovatif.
Kemudian, Tahun 2025 (Kementerian Pariwisata), saat ini, Sawarna telah masuk kategori 15 besar terbaik dalam ajang Indonesia Wonderful World Tour Award 2025, khususnya dalam kategori daya tarik wisata.
“Harapan saya demikian jadi juara lagi, karena terus didengarkan bahwa Sawarna juga bisa sama-sama istilahnya bisa dilihat baik misalkan oleh domestik atau mancanegara,” terang Iwa.
Daya tarik utama Sawarna yang menjadi modal utamanya antara lain, Ombak Selancar Internasional, pantai yang menarik minat wisatawan mancanegara untuk surfing, terutama pada bulan Juni, yang dikenal memiliki ombak besar yang cocok untuk selancar.
Selain itu, Ikon Karang Tanjung Layar, formasi karang yang unik dan indah menjadi landmark Sawarna, pantai yang bersih dengan hamparan pasir putih yang luas.
Hanya saja, kata Iwa, pihaknya menyoroti tantangan utama soal akses jalan. Pihaknya berharap pemerintah kabupaten dapat memprioritaskan perbaikan jalan-jalan masuk menuju area wisata, khususnya dari Simpang Ciawi dan Simpang Cibayawak, yang memiliki tanjakan curam, demi kenyamanan wisatawan.
”Kami berharap soal infrastruktur harus ada dukungan dari pemerintah. Karena kami berharap untuk mengadakan lebih banyak event surfing berskala nasional, mengingat potensi ombak dan kemampuan peselancar lokal dan juga tradisi desa,” paparnya. (Adn)
Advertisement
