Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Medsos Heboh, Badak Mati Usai Translokasi: TNUK Bantah Isu Cacingan

Medsos Heboh, Badak Mati Usai Translokasi: TNUK Bantah Isu Cacingan

Banten Senin, 24 November 2025 22:23 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Banten — Media sosial diramaikan kabar duka terkait kematian seekor badak jawa cula satu bernama Musofa, tak lama setelah proses translokasi dari habitat awalnya ke Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Proses pemindahan yang dilakukan dalam operasi bertajuk Satuan Tugas Operasi Merah Putih itu kini menjadi sorotan publik.

Musofa dipindahkan sebagai bagian dari upaya pembentukan populasi kedua badak jawa yang lebih sehat dan berkelanjutan. Translokasi ini dipimpin Komandan Korem 064 Maulana Yusuf, Brigjen Edy Saputra, dengan Danlanal Banten Kolonel Laut (P) Catur Yogiantoro serta Kepala Balai TNUK Ardi Andono sebagai wakil komandan satgas.

Advertisement

Proses pemindahan tersebut melibatkan tim konservasionis dan tenaga medis satwa liar, serta dukungan logistik militer, termasuk kendaraan amfibi KAPA K-61 milik TNI AL untuk menyeberangi perairan. Setibanya di JRSCA, Musofa ditempatkan di kandang rawat (paddock) guna menjalani adaptasi dan observasi kesehatan.

BACA JUGA:  IMC Gelar Lanjutan MUSTI XI (2026) Luar Biasa, Faqih Khoerudin Terpilih sebagai Ketua CC IMC Terpilih

Tujuan utama translokasi adalah meningkatkan keragaman genetik, mengurangi potensi ancaman bencana alam maupun penyakit, serta memberi peluang lebih besar bagi perkembangbiakan alami.
Namun, tak lama setelah proses tersebut, kabar kematian Musofa mencuat. Warganet berspekulasi bahwa badak itu mati akibat luka besar di bagian belakang dekat ekor, sebagaimana beredar dalam unggahan-unggahan di media sosial.

TNUK: Musofa Mati Karena Cacingan, Bukan Luka

Menanggapi hebohnya kabar yang berkembang, Balai Taman Nasional Ujung Kulon mengeluarkan Siaran Pers Nomor SP.191/HUMAS/PP/HMS.3/9/2025. Kepala Balai TNUK, Ardi Andono, menegaskan bahwa kematian Musofa disebabkan infeksi parasit atau cacingan, bukan luka terbuka seperti yang diduga publik.

Ardi juga meluruskan bahwa translokasi tidak memindahkan badak keluar habitat alaminya. JRSCA, kata dia, merupakan bagian dari kawasan TNUK dan telah dihuni badak jawa sejak lama.

“Jadi tetap di habitat alaminya. Area tersebut diatur agar badak tidak berjauhan, sehingga individu jantan dan betina dapat bertemu untuk kawin,” jelas Ardi.

BACA JUGA:  Polresta Serang Kota Dinilai Lamban Tangani Kasus Penggelapan Motor

JRSCA seluas 5.100 hektare itu dirancang sebagai second population area dengan sistem pagar pengaman untuk meminimalkan ancaman dari luar. Kawasan ini memiliki paddock seluas 40 hektare yang terbagi menjadi empat kompartemen serta paddock pengembangan seluas 25 hektare.

“Translokasi ini adalah strategi konservasi serius, bukan mengurung badak, apalagi memindahkannya keluar TNUK. Justru langkah nyata menjaga mereka tetap di habitat asli dengan manajemen yang lebih baik,” tegas Ardi.

Publik Diminta Tenang

Lewat penjelasan resmi ini, Balai TNUK berharap masyarakat tidak terjebak isu liar di media sosial dan dapat mendukung langkah konservasi badak jawa, salah satu spesies paling langka di dunia.

Upaya translokasi dinilai krusial untuk memastikan masa depan populasi badak jawa di Indonesia tetap terjaga. Meski Musofa kini tiada, program konservasi disebut tetap menjadi prioritas demi melindungi satwa ikonik Nusantara tersebut. (Guludug Tipi)

Advertisement

Indonesia Kesehatan Nusantara
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Banten

Gerakan Sembilan Desak Pemkab Lebak Tutup Batching Plant PT BCL dan PT Alin

Banten

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

Banten

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version