Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Hida N. Hidayat Praktisi Pendidikan Lebak Soroti Penutupan SPPG Wanasalam, Minta Program MBG untuk Siswa Tak Terhenti

Hida N. Hidayat Praktisi Pendidikan Lebak Soroti Penutupan SPPG Wanasalam, Minta Program MBG untuk Siswa Tak Terhenti

Banten Senin, 13 April 2026 11:39 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Lebak — Penutupan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Bejod, Kecamatan Wanasalam, oleh Badan Gizi Nasional (BGN) menuai perhatian dari kalangan praktisi pendidikan di Kabupaten Lebak. Langkah evaluatif tersebut dinilai penting dari sisi pengawasan, namun di saat yang sama memunculkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah sebagai penerima manfaat utama.

Praktisi pendidikan Kabupaten Lebak, Hida N Hidayat, pada Senin (13/4/2026), menyampaikan bahwa penutupan sementara dapur SPPG harus dibarengi dengan kejelasan penanganan yang cepat dan terukur agar tidak berdampak pada perkembangan gizi peserta didik.

Advertisement

Menurutnya, penghentian operasional dapur, baik bersifat sementara maupun permanen, tidak bisa hanya dilihat dari aspek sanksi administratif, tetapi juga harus mempertimbangkan dampaknya terhadap grafik perkembangan gizi anak sekolah.

“Penutupan sementara operasional SPPG Desa Bejod oleh pihak BGN merupakan tindakan yang cukup evaluatif, tetapi di kalangan pendidikan termasuk warga penerima manfaat mengharapkan adanya kejelasan komparatif dalam penanganan kejadian tersebut,” ujar Hida.

Ia menegaskan, ketika anak-anak sekolah tidak lagi menerima asupan MBG dalam kurun waktu tertentu, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi proses tumbuh kembang gizi mereka.

BACA JUGA:  Operasi SAR H.4, Tim Gabungan Perluas Pencarian Delapan Korban Speed Boat Hilang Kontak

Menurutnya, apabila penutupan berlangsung dalam waktu yang tidak menentu, hal itu justru dapat menghambat semangat besar pemerintah pusat dalam menjalankan program pemenuhan gizi nasional yang menyasar siswa, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Pandangan tersebut muncul di tengah rentetan penutupan sementara sejumlah dapur SPPG di Lebak. Sebelumnya, BGN telah menghentikan operasional beberapa dapur MBG di wilayah ini karena belum memenuhi standar teknis, termasuk persoalan menu, sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS), dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Hingga Maret 2026, sedikitnya lima dapur di Lebak tercatat pernah dikenai sanksi suspend.

Hida menilai, apabila kesalahan yang ditemukan tidak bersifat fatal, proses penanganan seharusnya dapat diselesaikan dalam waktu singkat.

“Harapan kami, manakala ada kesalahan dari pihak SPPG, metode penanganannya tidak perlu berlarut. Minimal satu hari sudah selesai, kecuali kesalahannya fatal atau sering dilakukan, baik sengaja maupun tidak sengaja,” katanya.

Lebih jauh, ia mengusulkan agar pemberian MBG kepada siswa tetap berjalan meskipun dapur asal sedang dikenai sanksi.

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah penugasan dapur SPPG terdekat untuk sementara mengambil alih distribusi makanan bergizi kepada penerima manfaat di wilayah terdampak.

BACA JUGA:  Pelantikan Raya PMII Se-Komisariat STAINH Malingping: Teguhkan Semangat Literasi

Menurutnya, skema ini penting agar perkembangan gizi anak tetap dapat dipantau secara efektif dan tidak kembali dari titik awal.

“Alangkah bagusnya pemberian MBG tidak dihentikan. Misalnya pihak BGN memerintahkan agar dapur SPPG lain yang terdekat bisa membantu meng-handle dapur yang kena sanksi, sehingga penerima manfaat dalam perkembangan gizinya bisa terukur, terdeteksi secara efektif, dan tidak kembali ke nol lagi,” ungkapnya.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu agenda strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia melalui penyediaan makanan sehat bagi siswa sekolah setiap hari belajar. Program ini telah menjangkau ribuan kecamatan di seluruh Indonesia. (Badan Gizi Nasional)
Hida berharap evaluasi terhadap dapur SPPG tetap dilakukan secara tegas, namun tidak sampai mengorbankan hak anak-anak untuk memperoleh asupan gizi yang berkesinambungan.

Ia menekankan bahwa akuntabilitas program nasional harus dibangun melalui pengawasan yang ketat sekaligus pelayanan yang tidak terputus.

“Pada akhirnya program pemberian makanan bergizi secara nasional bisa tetap berjalan dan dianggap akuntabel,” pungkasnya.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Banten

Gerakan Sembilan Desak Pemkab Lebak Tutup Batching Plant PT BCL dan PT Alin

Banten

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

Banten

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version