Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Budayawan Malingping: Luhurkan Adab untuk Junjung Budaya

Budayawan Malingping: Luhurkan Adab untuk Junjung Budaya

Banten Senin, 23 September 2024 22:12 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Ujang, budayawan dari Malingping, mengamalkan budaya Nusantara melalui prinsip adab dan akhlak dalam kesehariannya.

Advertisement

GazanaPublika.com – Budayawan ini sangat unik dari mulai penampilan sampai pemikirannya. Ciri khas penampilannya, setiap hari selalu menggunakan pekaian pangsi berwarna hitam, bukan dikarenakan berhubungan dengan pecak silat secara spesifik namun dikarenakan kecintaannya kepada budaya nusantara.

Siapa budayawan yang dimaksud? Siapa lagi kalau bukan Ujang, warga Malingping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Budaya tidak selalu identik dengan kaum intelektual yang gemar berbicara budaya tetapi sebuah prinsip hidup yang mengamalkan prilaku nusantara.

Advertisement

Apa itu budaya? Menurut Ujang adalah orang yang mengamalkan adab dan akhlak. “Jangan dulu bicara silat, mudah belajar jurus mah tetapi bagi saya yang penting mengamalkan prilaku yang baik berdasarkan nilai-nilai luhur yang diwarislan nenek moyang,” ujar cucu Muhammad Toha, seorang pahlawan priangan ini.

Saat ini Ujang terlibat di dalam aktifitas organisasi yang digelutinya, yakni Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) DPW 2 Malingping. Ia mengatakan merasa terpanggil untuk ikut bergabung dengan organisasi tersebut.

BACA JUGA:  Terima Transfer Rp100 Juta, Lisa Diamankan Polisi Terkait Pembelian Perangkat BTS

“Saya bergabung bukan berdasarkan hoby atau senang tetapi karena tuntutan yang membuat saya merasa wajib untuk bergabung. Karena organisasi bergerak kepada budaya. Ini yang membuat saya tertarik,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa rahasia slat ada pada shalat. Empat hal yang diungkapkannya yakni shalat, selot, silat dan silet.

“Belajar silat mudah karena rahasianya ada pada shalat,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa sebelum silat perhatikan dulu shalat sedangkan selot adalah ikatan saliturahmi kepada sesama untuk rukun dan tolong menolong. Barulah menurut Ujang, juja hal itu sudah bisa diwujudkan seseorang lidahnya seperti silet.

“Apa itu silet? Seucap nyata, apa yang kita ucapkan akan menjadi kenyataan,” jelasnya.

Namun semua itu kuncinya berada pada adab, prilaku yang baik, menghargai orang dan sabar menghadapi prlaku orang lain.

BACA JUGA:  DPC TTKKBI Kragilan Borong Piala Festival Milad ke-3, Amin Kuncir: Hasil Latihan Tiga Malam Berturut-turut

“Harus memulai dari diri sendiri untuk mengamal adab,” dengan nada yang rendah.
.
Ujang dikenal di dalam kesehariannya orang yang sopan dan suaranya rendah dslam berucap. Sikapnya pendiam dan lebih suka mendengarkan. Namun dirinya tidak mau dianggap agamis. Bisa mengamalkan budaya sudah cukup baginya tanpa harus melabelkan agama pada dirinya.

Dibalik budaya yang diamalkanjya, bekjau juga suka mwngajak orang lain untuk berbuat kebaikan, meninggalkan prilaku yang buruk tanpa harus menyinggung keberadaan orang lain. Beberapa orang telah diajaknya berhenti dari mabuk-mabukan sampai hari ini dengan cara sendiri.

Ujang juga mengingatkan sebagai manusia untuk tidak memuliakan benda. Sebab yang harus dijunjung adalah keyakinan kepada Allah.

Budayawan yang eksentrik ini beberapa kali naik ke pentas untuk pertunjukab debus. Baginya debus itu budaya yang baik agar manusia tidak lagi memuja benda. (Red)

Advertisement

Budaya Malingping
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Banten

Gerakan Sembilan Desak Pemkab Lebak Tutup Batching Plant PT BCL dan PT Alin

Banten

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

Banten

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version