Advertisement
GazanaPublika.com, Rangkasbitung — Kreativitas tidak mengenal batas, bahkan di balik jeruji besi. Hal ini dibuktikan oleh 12 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas III Rangkasbitung yang menampilkan kesenian Marawis/Hadroh dan band pada Pameran HUT Lebak ke-196 di Alun-Alun Rangkasbitung, Kamis (5/12/2024).
Program pembinaan seni di Lapas Rangkasbitung, seperti Hadroh dan band, menjadi sarana bagi para WBP untuk mengembangkan bakat sekaligus menyalurkan kreativitas mereka dalam bermusik. Saat Pasthika Band dan Hadroh tampil, pengunjung pameran memberikan apresiasi luar biasa. Penampilan ini menjadi bukti nyata perubahan positif yang dicapai oleh para WBP.
Advertisement
Kepala Lapas Rangkasbitung, Muhamad Khapi, menyampaikan bahwa para peserta telah melalui seleksi ketat dari Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Ia juga mengapresiasi kolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak, Dinas Koperasi dan UKM, serta penyelenggara acara Nidapro yang memberi kesempatan bagi WBP untuk menunjukkan karya terbaik mereka.
“Ini adalah bagian dari reintegrasi sosial dalam sistem pemasyarakatan, yang bertujuan untuk membaurkan WBP dengan masyarakat. Dengan begitu, mereka dapat kembali sebagai warga yang patuh hukum dan produktif. Kolaborasi ini penting untuk menyatukan tiga pilar pemasyarakatan: petugas, WBP, dan masyarakat,” ujar Khapi.
Seorang pengunjung, Fatihmah dari Sajira, mengaku kagum. “Tidak menyangka ada talenta luar biasa dari dalam penjara. Musik mereka sangat menghibur. Semoga ini menjadi pelajaran bagi semua dan mereka bisa kembali lebih baik,” ungkapnya.
Penampilan ini menegaskan bahwa kreativitas dapat tumbuh di mana saja, sekaligus menjadi wujud nyata dari pembinaan positif di Lapas Rangkasbitung.
Advertisement
