Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Koalisi Rakyat Banten Utara Gelar Aksi Menolak Pembangunan PIK II

Koalisi Rakyat Banten Utara Gelar Aksi Menolak Pembangunan PIK II

Banten Rabu, 1 Januari 2025 3:48 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto editing: dok radarbanten.co.id

Advertisement

GazanaPublika.com, Serang – Mahasiswa dan masyarakat dari wilayah Serang Utara yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Banten Utara Bersatu (Karbala) kembali menggelar aksi unjuk rasa menolak pembangunan proyek strategis nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk (PIK) II. Aksi ini digelar di Terminal Tanara, Kabupaten Serang, pada Selasa (31/12/2024), dilansir dari radarbanten.co.id, sebelum berlanjut ke Jembatan Jenggot, Kecamatan Tanara.

Massa aksi terlihat bersemangat menyuarakan aspirasi mereka melalui orasi yang diiringi lagu-lagu perjuangan. Para demonstran membawa spanduk tuntutan, poster-poster bernada penolakan, dan bahkan mengusung replika keranda sebagai simbol “matinya keadilan” akibat proyek ini.

Advertisement

Setibanya di Jembatan Jenggot, massa menggelar doa bersama dan pembacaan syair, kemudian melanjutkan aksi dengan orasi lebih lanjut.

Ahmad Muhajir, Penanggung Jawab Karbala, menyampaikan keresahan masyarakat terkait pembangunan PIK II yang dinilai tidak memiliki landasan hukum yang jelas. Ia menyoroti pernyataan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang mengungkapkan bahwa regulasi terkait proyek ini belum rampung.

BACA JUGA:  Bawa Pulang Pengalaman dari Tiongkok, Kepala Desa Ranjeng Sapta Mulyana Siapkan Inovasi dan Transformasi Pembangunan Perdesaan

“Pak Nusron Wahid mengatakan belum ada regulasi hukumnya, belum ada RDTR dan RTRW-nya. Tapi pembangunan tetap berjalan. Seharusnya dihentikan dulu,” ujar Muhajir kepada wartawan.

Muhajir mengungkapkan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa sekitar 1.000 hektare lahan di Kabupaten Serang telah dibebaskan untuk perluasan proyek PIK II. Ironisnya, pembebasan lahan ini dilakukan tanpa sosialisasi kepada masyarakat yang terdampak.

“Tanah-tanah masyarakat di Serang Utara mulai dikuasai oleh calo-calo yang difasilitasi cukong. Ini menimbulkan keresahan luar biasa,” tambahnya.

Muhajir menegaskan, aksi penolakan ini akan terus dilakukan hingga pemerintah pusat memberikan keputusan yang tegas terkait penghentian pembangunan PIK II.

BACA JUGA:  Polresta Serang Kota Dinilai Lamban Tangani Kasus Penggelapan Motor

“Kami beri waktu hingga awal tahun 2025. Jika tidak ada keputusan atau rekomendasi pemberhentian dari Presiden, kami akan menggerakkan massa yang lebih besar, termasuk aksi di PIK dan Jakarta,” tegasnya.

Selain pembebasan lahan yang kontroversial, masyarakat Kabupaten Serang juga merasakan dampak buruk dari kegiatan galian C yang dilakukan untuk mendukung pembangunan PIK II.

“Galian C yang dilakukan di Tanara, Carenang, Binuang, dan Lebak Wang sudah berjalan tanpa izin resmi, tanpa amdal, dan tanpa sosialisasi. Anehnya, aktivitas ini dilegalkan oleh oknum-oknum tertentu,” pungkas Muhajir.

Melalui aksi ini, Karbala berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk melindungi hak-hak masyarakat Serang Utara dan memastikan regulasi pembangunan yang lebih adil dan transparan.

Advertisement

Aksi
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Proses Evakuasi Sedang Berlangsung

Banten

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Banten

Gerakan Sembilan Desak Pemkab Lebak Tutup Batching Plant PT BCL dan PT Alin

Banten

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

BERITA TERBARU

Unjuk Rasa Tuntut Biaya Hidup di Prancis Meluas ke Sejumlah Negara Eropa

Rismon Sianipar Kritikal Jawaban Pemerintah dalam Sidang Uji Materi Praperadilan di MK

KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Proses Evakuasi Sedang Berlangsung

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version