Advertisement
GazanaPublika.com, Lebak – Stasiun Warunggunung, yang telah lama terlupakan dan tidak beroperasi selama hampir satu abad, kini bersiap untuk dihidupkan kembali. Langkah ini diambil guna meningkatkan mobilitas masyarakat dan memperkuat jaringan transportasi di Kabupaten Lebak. Kabar gembira ini disambut antusias oleh warga setempat yang selama ini bergantung pada angkutan darat sebagai tulang punggung pergerakan sehari-hari.
Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) di bawah Kementerian Perhubungan, melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jakarta, telah menyusun rencana reaktivasi stasiun tersebut. Tahap awal akan dimulai dengan proses pembebasan lahan di wilayah Lebak dan Pandeglang, yang diperkirakan berlangsung dari tahun 2025 hingga 2026.
Advertisement
Menurut laporan Radarbanten.co.id, kondisi Stasiun Warunggunung saat ini terlihat memprihatinkan. Bangunan yang dulu ramai ini kini tampak terbengkalai dan kurang terawat. Meski demikian, struktur utama stasiun masih berdiri kokoh, dengan nama “Warunggunung” yang terpampang jelas di dindingnya, seolah menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu.
Ferdian Suryo Adhi Pramono, Kepala BTP Kelas I Jakarta, menegaskan bahwa reaktivasi ini tidak hanya sekadar memperbaiki, tetapi juga membangun kembali stasiun yang telah lama mati suri. “Stasiun Warunggunung dan Pandeglang akan dibangun ulang sebagai bagian dari proyek reaktivasi jalur kereta api. Ini sedang kami kaji dan rencanakan secara matang,” ujar Ferdian pada Senin (3/2/2025).
Ia juga memaparkan bahwa target operasional jalur kereta dari Rangkasbitung hingga Pandeglang diharapkan dapat terwujud pada tahun 2029. “Kami akan bekerja secara bertahap, dimulai dari tahun 2025 hingga 2029. Harapannya, jalur Rangkasbitung-Pandeglang sudah bisa beroperasi penuh pada tahun tersebut,” tambahnya.
Dede, salah seorang warga Warunggunung, menyambut baik rencana ini. Menurutnya, reaktivasi jalur kereta api dan pembangunan kembali Stasiun Warunggunung akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Selain itu, stasiun ini akan memudahkan akses masyarakat ke kota-kota besar seperti Jakarta dan Bogor.
“Keberadaan stasiun ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan di jalan raya, terutama pada jam-jam sibuk. Transportasi kereta yang lebih cepat dan terjangkau tentu akan sangat membantu masyarakat. Ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengembangkan transportasi yang ramah lingkungan,” ujar Dede.
Reaktivasi Stasiun Warunggunung tidak hanya menjadi angin segar bagi warga Lebak, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan konektivitas wilayah Banten. Dengan adanya pilihan transportasi yang lebih efisien, diharapkan mobilitas masyarakat akan semakin lancar, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Advertisement
