Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Warga Pandeglang Minta Solusi Cepat Atas Tumpahan Batu Bara di Laut

Warga Pandeglang Minta Solusi Cepat Atas Tumpahan Batu Bara di Laut

Banten Minggu, 2 Maret 2025 21:57 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Warga Pandeglang menuntut solusi cepat atas tumpahan 7.000 ton batu bara di perairan Pulau Popole yang mencemari lingkungan dan mengancam mata pencaharian, sementara perusahaan dan pemerintah berupaya menangani pembersihan dan rehabilitasi jangka panjang.

Advertisement

GazanaPublika.com, Pandeglang – Warga sekitar perairan Pulau Popole, Pandeglang, Banten, resah akibat tumpahan batu bara dari tongkang TB Titan 27/BG Titan 14 yang kandas pada Desember 2024. Musibah ini mencemari pesisir pantai, merusak lingkungan, dan mengancam mata pencaharian warga yang bergantung pada hasil laut. Perusahaan terkait, PT Sinar Wijaya Energi (PT SWE) dan PT Trans Logistik Perkasa (PT TLP), telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, tetapi pencemaran masih menjadi masalah serius.

Hingga kini, sekitar 646 ton batu bara telah dibersihkan dari total 7.000 ton yang tumpah. Namun, sebagian besar masih tersebar di laut dan pesisir, memperburuk kondisi lingkungan. Warga menuntut perusahaan bertanggung jawab penuh dan mengambil langkah efektif untuk pembersihan. Pada 4 Februari 2025, rapat koordinasi digelar untuk mengevaluasi upaya penanganan, termasuk evakuasi sisa batu bara dan tongkang yang terdampar.

BACA JUGA:  Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

Advertisement

Cuaca buruk menjadi tantangan utama dalam proses pembersihan, menghambat upaya evakuasi dan pemulihan. Anggota DPRD Banten, Lukman Nulhakim, menekankan pentingnya tanggung jawab korporasi dan rehabilitasi jangka panjang untuk memulihkan ekosistem pesisir dan terumbu karang yang rusak. Warga menuntut solusi cepat dan koordinasi yang lebih efektif antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat untuk mengatasi pencemaran ini secara tuntas.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Proses Evakuasi Sedang Berlangsung

Banten

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Banten

Gerakan Sembilan Desak Pemkab Lebak Tutup Batching Plant PT BCL dan PT Alin

Banten

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

BERITA TERBARU

Unjuk Rasa Tuntut Biaya Hidup di Prancis Meluas ke Sejumlah Negara Eropa

Rismon Sianipar Kritikal Jawaban Pemerintah dalam Sidang Uji Materi Praperadilan di MK

KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Proses Evakuasi Sedang Berlangsung

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version