Advertisement
GazanaPublika.com, Lebak – Semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda kembali membara. Bertempat di Aula D’Batete Resto, Kecamatan Malingping menjadi saksi lahirnya sebuah brand fashion lokal bernama Hans Apparel, yang digagas langsung oleh mahasiswa Universitas Terbuka dari Komisariat IMC. Grand Opening ini tak hanya menjadi ajang peluncuran produk, namun juga bertepatan dengan perayaan puncak Milad ke-17 Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC) yang berlangsung meriah dan penuh semangat kolaborasi.
Suasana acara terasa hangat namun penuh khidmat saat **Camat Malingping, Dadan Rusman Wardana, S.Pd.**, secara simbolis membuka acara dengan pemotongan pita. Dalam sambutannya, Dadan menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah kreatif mahasiswa dan berharap Hans Apparel bisa menjadi pionir dalam membangun geliat industri kreatif di wilayah Malingping dan sekitarnya.
Advertisement
Ketua Komisariat IMC Universitas Terbuka, Amel Adista, dalam pidatonya menyatakan bahwa peluncuran brand ini bukan hanya sekadar perayaan, melainkan momentum untuk membangun kesadaran berwirausaha di era digital. “Mahasiswa tidak boleh hanya jadi penonton dalam era ekonomi kreatif. Kami ingin terlibat, menjadi pelaku, dan menciptakan dampak,” ujarnya.
Sementara itu, Farhan Fahrezi, Founder dari Hans Apparel, menjelaskan bahwa kehadiran brand ini merupakan bentuk respon terhadap isu global, terutama terkait harga produk impor yang semakin tinggi. Ia menilai bahwa inilah saatnya generasi muda mengembangkan hilirisasi produk lokal, dengan memanfaatkan sumber daya dalam negeri untuk menghasilkan produk jadi yang berkualitas dan terjangkau.
“Hans Apparel lahir di kota kecil, Malingping, tapi kami memiliki visi besar. Kami ingin menunjukkan bahwa kualitas tidak selalu harus datang dari kota besar atau luar negeri,” kata Farhan antusias.
Hans Apparel menghadirkan beberapa produk unggulan, di antaranya:
– Kaos berbahan cotton combat biowash, yang nyaman, menyerap keringat, dan tahan bau.
– Pakaian Dinas Harian (PDH), menggunakan bahan japan drill dan nagata drill yang terkenal kuat namun tetap halus di kulit.
– Polo Shirt berbahan cotton pique CVC, cocok untuk iklim tropis, dengan kelembutan dan daya serap tinggi.
Tak hanya menjual produk, Hans Apparel juga mengangkat nilai edukasi. Farhan menyebutkan bahwa pemilihan bahan berkualitas seperti *better cotton* mencerminkan komitmen terhadap keberlanjutan dan standar produksi yang ramah lingkungan. “Kami tidak hanya menjual pakaian, tapi juga membawa cerita dan tanggung jawab sosial di baliknya,” tambahnya.
Acara grand opening pun berlangsung sukses, diselingi dengan pemaparan produk, diskusi interaktif, serta ditutup dengan sesi foto bersama. Mahasiswa, tokoh masyarakat, hingga pelaku UMKM lokal tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Hans Apparel menjadi bukti bahwa dari ruang-ruang diskusi mahasiswa, ide-ide besar dapat lahir. Sebuah inisiatif yang patut diapresiasi, ketika pemuda-pemudi memilih jalur inovatif untuk menjawab tantangan zaman.
Advertisement
