Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Hasto, Sekjen PDIP: Kecam Kalimat ‘Etika Ndasmu’, Cermin Kekuasaan Tanpa Etika

Hasto, Sekjen PDIP: Kecam Kalimat ‘Etika Ndasmu’, Cermin Kekuasaan Tanpa Etika

Berita Utama Senin, 18 Desember 2023 8:32 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
default-no-image
Ilustrasi Berita (GazanaPublika)

Advertisement

Perkataan ‘Etika Ndasmu’ adalah cermin kekuasaan di atas segalanya. Karena itulah nyawa 13 aktivis yang diculik pun tidak ditanggapi secara serius. Kekuasaan tanpa etika dan moral membutakan nurani

Jakarta, GazanaPublika.com – Hal itu disampaikan Hasto Kristiyanto, Sekjen PDI Perjuangan saat mengomentari cuplikan video viral Prabowo Subianto yang mengatakan ‘Etik ndasmu!’ mengulangi pernyataan yang diajukan Capres Nomor 1, Anies Baswedan soal putusan Mahkamah Konstitusi mengenai batas Capes dibawah 40 tahun pada debat calon presiden 12 Desember lalu.

Advertisement

Akibatnya, Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa hakim konstitusi yang terlibat dalam putusan tersebut, yakni Anwar Usman, terbukti melakukan pelanggaran kode etik yang serius.

BACA JUGA:  DPR Setujui Pemberhentian Listyo Sigit sebagai Kapolri, Suyudi Ario Seto Disahkan sebagai Pengganti

Kalimat yang diparodikan “Bagaimana perasaan Mas Prabowo soal etik?” Kata Prabowo.

“Etik, etik ndasmu, etik,” kata Prabowo.

Dalam pernyataannya, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menjelaskan bahwa PDI Perjuangan sebagai partai yang menghormati Pancasila sebagai falsafah, ideologi, dan gaya hidup bangsa, sangat mengecam pernyataan Prabowo yang dianggap mengabaikan etika yang penting.

Menurutnya, dalam serangkaian blusukan yang dilakukan oleh calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan PDI Perjuangan, ditemukan bahwa masyarakat merespons pernyataan Prabowo tersebut dengan reaksi yang sangat negatif.

“Etika ndasmu sangat melukai rakyat Indonesia. Pernyataan Pak Prabowo tersebut cermin ambisi kekuasaan dengan menghalalkan segala cara. Ketika etika-moral ditempatkan di bawah kekuasaan, maka sama saja dengan membutakan budi nurani,” ujar Hasto.

BACA JUGA:  Praperadilan: Kata Febrie, Polri Santai Saja

Dengan pernyataan emosional tersebut, menurut Hasto, rakyat Indonesia akhirnya menyadari bahwa program, karakter, dan gaya kepemimpinan Pak Prabowo hanya untuk meraih kekuasaan.

“Pak Prabowo bukanlah Pak Jokowi. Harus disadari bahwa etika dan moral bersumber dari agama dan pranata nilai-nilai dan falsafah kehidupan yang tumbuh dalam masyarakat. Mengabaikan etika sama artinya dengan abai terhadap pranata kehidupan baik,” ujarnya.

Saat ini, masyarakat semakin sadar bahwa Ganjar-Mahfud adalah sosok pemimpin yang mementingkan etika, moral, budi pekerti, serta tekad untuk menyebarkan kebaikan sebagai karakter dasar yang seharusnya dimiliki oleh pemimpin. (Sumber: cncbindonesia.com)

Advertisement

Anies Baswedan Jokowi
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

Berita Utama

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK Soal Ijazah SMA Gibran: Setahu Saya Sarjana

Berita Utama

Ojol Akhirnya Menang, Bebas dari Eksploitasi

Berita Utama

Bukan Soal Ijazah Semata: Ketika MK Tak Menemukan Bukti, tetapi Gugatan Gibran Tetap Kandas

BERITA TERBARU

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version