Advertisement
Perkataan ‘Etika Ndasmu’ adalah cermin kekuasaan di atas segalanya. Karena itulah nyawa 13 aktivis yang diculik pun tidak ditanggapi secara serius. Kekuasaan tanpa etika dan moral membutakan nurani
Jakarta, GazanaPublika.com – Hal itu disampaikan Hasto Kristiyanto, Sekjen PDI Perjuangan saat mengomentari cuplikan video viral Prabowo Subianto yang mengatakan ‘Etik ndasmu!’ mengulangi pernyataan yang diajukan Capres Nomor 1, Anies Baswedan soal putusan Mahkamah Konstitusi mengenai batas Capes dibawah 40 tahun pada debat calon presiden 12 Desember lalu.
Advertisement
Akibatnya, Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa hakim konstitusi yang terlibat dalam putusan tersebut, yakni Anwar Usman, terbukti melakukan pelanggaran kode etik yang serius.
Kalimat yang diparodikan “Bagaimana perasaan Mas Prabowo soal etik?” Kata Prabowo.
“Etik, etik ndasmu, etik,” kata Prabowo.
Dalam pernyataannya, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menjelaskan bahwa PDI Perjuangan sebagai partai yang menghormati Pancasila sebagai falsafah, ideologi, dan gaya hidup bangsa, sangat mengecam pernyataan Prabowo yang dianggap mengabaikan etika yang penting.
Menurutnya, dalam serangkaian blusukan yang dilakukan oleh calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan PDI Perjuangan, ditemukan bahwa masyarakat merespons pernyataan Prabowo tersebut dengan reaksi yang sangat negatif.
“Etika ndasmu sangat melukai rakyat Indonesia. Pernyataan Pak Prabowo tersebut cermin ambisi kekuasaan dengan menghalalkan segala cara. Ketika etika-moral ditempatkan di bawah kekuasaan, maka sama saja dengan membutakan budi nurani,” ujar Hasto.
Dengan pernyataan emosional tersebut, menurut Hasto, rakyat Indonesia akhirnya menyadari bahwa program, karakter, dan gaya kepemimpinan Pak Prabowo hanya untuk meraih kekuasaan.
“Pak Prabowo bukanlah Pak Jokowi. Harus disadari bahwa etika dan moral bersumber dari agama dan pranata nilai-nilai dan falsafah kehidupan yang tumbuh dalam masyarakat. Mengabaikan etika sama artinya dengan abai terhadap pranata kehidupan baik,” ujarnya.
Saat ini, masyarakat semakin sadar bahwa Ganjar-Mahfud adalah sosok pemimpin yang mementingkan etika, moral, budi pekerti, serta tekad untuk menyebarkan kebaikan sebagai karakter dasar yang seharusnya dimiliki oleh pemimpin. (Sumber: cncbindonesia.com)
Advertisement
