Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Cerita Kang Emil Soal IKN Sempat Akan di Jonggol

Cerita Kang Emil Soal IKN Sempat Akan di Jonggol

Berita Utama Jumat, 22 Desember 2023 9:15 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
default-no-image
Ilustrasi Berita (GazanaPublika)

Jakarta, GazanaPublika.com – Ridwan Kamil, sebagai Kurator Pembangunan Ibu Kota Nusantara, spontan berbagi informasi tentang Jonggol yang sebelumnya diusulkan sebagai Ibu Kota Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Selain Jonggol, Kota Palangkaraya juga sempat diajukan sebagai Ibu Kota baru Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Sukarno.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ridwan Kamil dalam acara “Diskusi Strategi Keberlanjutan Visi IKN dan Transformasi Jakarta” yang diadakan di Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus), pada Jumat (22/12/2023).

“IKN telah menjadi pertimbangan sejak masa pemerintahan Bung Karno dengan pilihan Palangkaraya karena pada saat itu situasinya belum memungkinkan. Kemudian, pada masa pemerintahan Pak Harto, rencana IKN dipindahkan ke Jonggol, yang sayangnya menimbulkan spekulasi tanah yang berlebihan di sana. Sayangnya, rencana tersebut tidak terwujud, dan sekarang menjadi kerugian besar bagi kita semua,” ujar Ridwan Kamil.

BACA JUGA:  Reshuffle Lagi Ke-6 Kali: Prabowo Merapikan Ulang

Oleh karena itu, rencana pemindahan Ibu Kota Indonesia bukanlah hal yang baru muncul di era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sebelumnya, gagasan tersebut telah ada dalam periode Orde Lama dan Orde Baru.

“IKN Indonesia bukan berasal dari ide Pak Jokowi. Sejak awal, ide ini sudah ada sejak zaman Bung Karno. IKN versi Bung Karno berada di Palangkaraya. Jadi bagi yang menganggap ini sebagai gagasan Pak Jokowi, itu keliru,” tegas Ridwan Kamil.

Kang Emil menegaskan bahwa rencana pemindahan Ibu Kota Indonesia yang batal pada masa Sukarno dan Soeharto bukanlah bagian dari era Jokowi. Akhirnya, Jokowi memutuskan untuk memindahkan Ibu Kota Indonesia dari Jakarta ke Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

BACA JUGA:  Satgas PKH Setor Rp10,2 Triliun dan 2,3 Juta Hektare Lahan ke Negara

“Jadi, ini bukanlah keinginan Pak Jokowi semata, ini adalah keinginan bangsa sejak zaman Sukarno, sejak zaman Soeharto. Hanya saja, pada masa pemerintahan Pak Jokowi, terjadi momentumnya, dan terpilihlah lokasi di Penajam Paser Utara (PPU) yang letaknya di tengah-tengah. Mengapa tidak di Palangkaraya? Karena lokasi yang dipilih perlu akses laut sedikit. Lokasinya tengah-tengah tapi tetap terhubung dengan laut, oleh karena itu dipilihlah PPU yang dekat dengan Balai Kota,” paparnya.

“Ini menggambarkan bahwa gagasan IKN ini sudah ada sejak zaman kolonial, zaman Orde Lama, zaman Orde Baru, namun baru terlaksana di masa pemerintahan Pak Jokowi,” pungkasnya. (Sumber: CNBCIndonesia.com)

IKN
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Kasus Korupsi BGN: Eks Kepala dan Dua Mantan Wakil Resmi Menyandang Status Tersangka

Berita Utama

Menantang Risiko di Bawah Rel: Langkah Sigap Rano Karno Cegah Petaka ‘Sinkhole’ Lenteng Agung

Berita Utama

Strategi Pengendalian Impor Diperketat guna Menjaga Daya Saing Industri Dalam Negeri

Berita Utama

Langkah Baru Menuju Perdamaian: AS Tawarkan Proposal Konsesi Finansial dan Penghentian Militer kepada Iran

BERITA TERBARU

Tren Sengketa Informasi di Jabar Bergeser ke Sektor Pendidikan, Dipicu Alokasi Dana BOS

Kantor BGN Digeledah Kejagung Usai Copot Jabatan Pimpinan, Diduga Terkait Kasus Jual Beli Titik ‘SPPG’

Kasus Korupsi BGN: Eks Kepala dan Dua Mantan Wakil Resmi Menyandang Status Tersangka

Polda Banten Meringkus Debt Collector Yang Melakukan Perampasan dan Penganiayaan Terhadap Personel Brimob

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Menelusuri Potensi Cara Berpikir yang Tertulis dalam Untaian DNA, Ini Cetak Birunya

Mengurai Dialektika Genetika, Epigenetika, dan Jati Diri Klan Leluhur

Kritik dan Dialektika Kebijakan Alokasi Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026

RAGAM

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

AI Bukan Tuhan: Menelanjangi Ilusi Mahatahu di Balik Kecerdasan Buatan

Eksotis, Alami dan Memikat: Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.