Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Israel Tolak Kehadiran Pasukan Turki di Gaza

Israel Tolak Kehadiran Pasukan Turki di Gaza

Berita Utama Rabu, 29 Oktober 2025 1:43 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Budapest — Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menegaskan bahwa pemerintahnya tidak akan menerima kehadiran pasukan bersenjata Turki di wilayah Jalur Gaza. Pernyataan itu disampaikan dalam konteks rencana perdamaian yang diusulkan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Gaza secara permanen.

Rencana perdamaian yang diinisiasi oleh Presiden AS Donald Trump mencakup pembentukan pasukan internasional di Gaza untuk membantu mengamankan gencatan senjata yang masih rapuh dan mencegah terjadinya kekosongan keamanan.

Advertisement

Saar menilai Turki telah menunjukkan sikap permusuhan terhadap Israel selama perang berlangsung. Karena itu, ia menegaskan bahwa negara yang ingin mengirim pasukan bersenjata ke Gaza harus bersikap adil terhadap Israel.
Sementara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Israel akan menentukan sendiri negara mana yang dianggap layak mengirim pasukan sebagai bagian dari rencana internasional tersebut.

BACA JUGA:  Terbaru: Enam Orang Tewas dalam Insiden KMP Virgo Transport 8, 129 Masih Hilang

Sejumlah negara, termasuk Indonesia, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir, Qatar, Turki, dan Azerbaijan disebut sebagai calon penyumbang pasukan untuk rencana stabilisasi di Gaza. Namun, Amerika Serikat telah memastikan tidak akan mengirim pasukan militernya secara langsung ke wilayah tersebut.

Dalam perkembangan lain, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak Amerika Serikat dan mitra internasional lainnya untuk menekan Israel agar mematuhi gencatan senjata. Erdogan juga menyarankan penggunaan sanksi atau penghentian penjualan senjata sebagai bentuk tekanan diplomatik.

Meskipun Turki telah menawarkan diri untuk berkontribusi dalam pasukan internasional, penolakan Israel diperkirakan akan membuat Ankara dikecualikan dari rencana pembentukan pasukan stabilisasi tersebut.

BACA JUGA:  Shin Tae Yong Ungkap Kunci Persija Taklukkan Persib di SUGBK

Sikap Israel menolak kehadiran pasukan Turki di Gaza bukan hanya persoalan militer, tetapi juga mencerminkan keprihatinan strategis dan politik yang lebih luas. Israel menegaskan bahwa hanya negara yang dianggap netral dan dapat diterima oleh pihaknya yang boleh berpartisipasi dalam misi tersebut.

Rencana perdamaian yang dipimpin Amerika Serikat menunjukkan kompleksitas diplomasi Timur Tengah yang melibatkan berbagai kepentingan global. Penolakan terhadap Turki memperlihatkan betapa sensitifnya upaya stabilisasi Gaza di tengah ketegangan geopolitik yang masih tinggi.

Advertisement

Israel Perang Politik
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

Berita Utama

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK Soal Ijazah SMA Gibran: Setahu Saya Sarjana

Berita Utama

Ojol Akhirnya Menang, Bebas dari Eksploitasi

Berita Utama

Bukan Soal Ijazah Semata: Ketika MK Tak Menemukan Bukti, tetapi Gugatan Gibran Tetap Kandas

BERITA TERBARU

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version