Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Prabowo Bidik 500 Sekolah Rakyat, Setengah Juta Anak Miskin Ditargetkan Sekolah Gratis hingga 2029

Prabowo Bidik 500 Sekolah Rakyat, Setengah Juta Anak Miskin Ditargetkan Sekolah Gratis hingga 2029

Berita Utama Selasa, 13 Januari 2026 4:08 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

GazanaPublika.com, Banjarbaru – Komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan gratis bagi keluarga miskin kembali ditegaskan dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Dari kota ini, Kepala Negara menyatakan ambisi besar pemerintah: membangun 500 ‘Sekolah Rakyat’ hingga tahun 2029 dan menampung setengah juta anak dari kelompok tidak mampu.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan operasional 166 ‘Sekolah Rakyat’ yang tersebar di 34 provinsi, Senin (12/1/2026). Ia menyebut peresmian tersebut sebagai langkah awal dari agenda pendidikan berskala nasional yang sedang dipersiapkan pemerintah.

“Hari ini kita berhasil meresmikan 166 Sekolah Rakyat, dan sasaran kita adalah 500 Sekolah Rakyat sampai 2029,” ucap Prabowo di hadapan para pejabat daerah, pendidik, dan siswa.

BACA JUGA:  Iran Peringatkan AS, Mohsen Rezaei: Babak Baru Perang Akan Jadi ‘Bencana’

Menurut Presiden, setiap unit ‘Sekolah Rakyat’ dirancang sebagai kampus pendidikan terpadu yang mampu menampung sekitar 1.000 siswa. Dengan skema itu, pemerintah menargetkan total kapasitas peserta didik bisa mencapai 500 ribu anak secara nasional.

Prabowo mengungkapkan bahwa laporan terakhir yang diterimanya menunjukkan jumlah murid ‘Sekolah Rakyat’ terus meningkat. Hingga saat ini, sekitar 15.000 siswa telah terdaftar dan mengikuti pembelajaran. Angka tersebut diproyeksikan melonjak menjadi 30.000 siswa pada akhir tahun 2026.

“Namun ujung-ujungnya sasaran kita adalah tiap kampus Sekolah Rakyat memiliki 1.000 murid atau total 500 ribu murid,” ujarnya menegaskan arah kebijakan jangka panjang program tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden menyampaikan apresiasi kepada jajaran menteri yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program, terutama Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Ia menilai ‘Sekolah Rakyat’ bukan sekadar proyek pendidikan, melainkan instrumen strategis untuk memutus rantai kemiskinan.

BACA JUGA:  ‘Selat Hormuz Membara’: Iran Buka Celah untuk Spanyol di Tengah Bayang-Bayang Perang Besar

Lebih jauh, Prabowo mengaitkan program ini dengan tekad politiknya di akhir masa jabatan. Ia menyatakan penghapusan kemiskinan ekstrem menjadi target utama pemerintahannya hingga 2029.

“Cita-cita saya di akhir masa jabatan saya pada 2029, mereka yang berada di kemiskinan ekstrem bisa diubah nasibnya,” ujarnya.

Presiden menegaskan keyakinannya bahwa dengan intervensi negara yang terarah—melalui pendidikan, perlindungan sosial, dan pemberdayaan—target tersebut bukan sekadar janji, melainkan tujuan yang realistis untuk dicapai.

IKN Politik Presiden
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Kantor BGN Digeledah Kejagung Usai Copot Jabatan Pimpinan, Diduga Terkait Kasus Jual Beli Titik ‘SPPG’

Berita Utama

Kasus Korupsi BGN: Eks Kepala dan Dua Mantan Wakil Resmi Menyandang Status Tersangka

Nasional

Evolusi Kurikulum Kampus: Di Balik Fakta Penutupan Ratusan Program Studi Sepanjang 2026

Nasional

Polda Metro Jaya Siap Buka Kembali Penyidikan Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

BERITA TERBARU

Tren Sengketa Informasi di Jabar Bergeser ke Sektor Pendidikan, Dipicu Alokasi Dana BOS

Kantor BGN Digeledah Kejagung Usai Copot Jabatan Pimpinan, Diduga Terkait Kasus Jual Beli Titik ‘SPPG’

Kasus Korupsi BGN: Eks Kepala dan Dua Mantan Wakil Resmi Menyandang Status Tersangka

Polda Banten Meringkus Debt Collector Yang Melakukan Perampasan dan Penganiayaan Terhadap Personel Brimob

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Menelusuri Potensi Cara Berpikir yang Tertulis dalam Untaian DNA, Ini Cetak Birunya

Mengurai Dialektika Genetika, Epigenetika, dan Jati Diri Klan Leluhur

Kritik dan Dialektika Kebijakan Alokasi Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026

RAGAM

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

AI Bukan Tuhan: Menelanjangi Ilusi Mahatahu di Balik Kecerdasan Buatan

Eksotis, Alami dan Memikat: Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.