Advertisement
GazanaPublika.com, Teheran — Kemacetan penumpang yang terjebak akibat perang di kawasan Timur Tengah mulai berangsur terurai setelah sejumlah maskapai menjadwalkan layanan penerbangan baru dan beberapa pemerintah mengerahkan penerbangan charter untuk mengevakuasi warga mereka keluar dari wilayah konflik.
Ribuan orang dilaporkan telah berhasil meninggalkan kawasan tersebut melalui penerbangan komersial dari pusat-pusat transit utama di Uni Emirat Arab. Meski demikian, situasi perjalanan udara masih sangat menantang karena konflik yang terus meningkat membuat jadwal penerbangan di berbagai bandara utama masih kacau.
Advertisement
Penerbangan charter pertama yang difasilitasi oleh Amerika Serikat untuk mengevakuasi warga negaranya meninggalkan kawasan Timur Tengah pada Rabu. Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa “penerbangan tambahan akan ditingkatkan di seluruh wilayah tersebut” guna membantu proses evakuasi.
Di berbagai bandara dunia, momen haru terlihat saat para penumpang yang berhasil keluar dari wilayah konflik akhirnya bertemu kembali dengan keluarga mereka setelah beberapa hari diliputi kecemasan.
Ribuan Penerbangan Dibatalkan
Kekacauan penerbangan terjadi sejak akhir pekan lalu. Data dari FlightAware menunjukkan ribuan penerbangan internasional dibatalkan setiap hari sejak Minggu, dan gangguan perjalanan diperkirakan masih akan berlanjut bagi para pelancong yang berusaha meninggalkan kawasan konflik.
Kawasan Timur Tengah sendiri merupakan pusat operasi sejumlah maskapai penerbangan besar dunia, seperti Emirates dan Etihad Airways di UEA, serta Qatar Airways yang berbasis di Doha.
Kota-kota seperti Dubai, Abu Dhabi, dan Doha selama ini menjadi pusat transit global dengan jutaan penumpang internasional setiap tahunnya.
Maskapai Emirates yang sebelumnya menghentikan seluruh operasinya, mulai kembali menjalankan sejumlah penerbangan repatriasi dan kargo terbatas sejak Senin malam. Namun seluruh penerbangan terjadwal ke dan dari Dubai masih ditangguhkan setidaknya hingga pukul 23.59 waktu setempat pada 7 Maret.
Pihak Bandara Internasional Dubai bahkan mengimbau para pelancong untuk tidak datang ke bandara kecuali telah dihubungi langsung oleh maskapai masing-masing.
Sementara itu, seluruh penerbangan komersial terjadwal milik Etihad ke dan dari Abu Dhabi masih dihentikan hingga pukul 06.00 waktu setempat pada 6 Maret.
Qatar Airways Siapkan Penerbangan Bantuan
Operasi penerbangan Qatar Airways dari Bandara Internasional Hamad juga masih ditangguhkan akibat penutupan wilayah udara Qatar.
Namun maskapai tersebut mengumumkan akan mengoperasikan sejumlah penerbangan bantuan terbatas dari negara tetangga untuk membantu penumpang yang terjebak.
Penerbangan bantuan itu antara lain akan berangkat dari Muscat menuju beberapa kota besar Eropa seperti London, Berlin, Copenhagen, Madrid, Rome, dan Amsterdam.
Selain itu, penerbangan juga akan diberangkatkan dari Riyadh menuju Frankfurt. Maskapai Dunia Ikut Mengubah Rute Maskapai nasional Israel, El Al, juga mengoperasikan penerbangan penyelamatan untuk memulangkan penumpangnya. Penerbangan pertama dari Athens dilaporkan mendarat di Bandara Ben Gurion pada Kamis pagi.
“Kami berupaya menempatkan semua penumpang El Al yang penerbangannya dibatalkan ke penerbangan penyelamatan, tanpa biaya tambahan,” demikian pernyataan maskapai tersebut.
Di luar kawasan konflik, sejumlah maskapai global juga mulai menyesuaikan rute penerbangan mereka. Maskapai Jerman Lufthansa misalnya, menangguhkan penerbangan reguler ke dan dari Dubai hingga 6 Maret serta menghentikan penerbangan ke sejumlah kota di kawasan seperti Tel Aviv, Beirut, Amman, Erbil, Dammam, dan Teheran hingga 8 Maret.
Para pelancong yang terdampak disarankan segera menghubungi maskapai atau agen perjalanan untuk memperoleh informasi terkait pemesanan ulang maupun pengembalian dana. Namun banyak penumpang melaporkan kesulitan mendapatkan bantuan karena tingginya volume panggilan yang masuk ke pusat layanan maskapai.
Kebijakan kompensasi sendiri berbeda-beda pada setiap maskapai, mulai dari opsi pengembalian uang hingga pemesanan ulang penerbangan tanpa biaya tambahan.
Advertisement
Advertisement
