Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » KPK Bongkar Brankas Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Berisi Gepokan Duit Miliaran dan Emas 2,5 Kg

KPK Bongkar Brankas Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Berisi Gepokan Duit Miliaran dan Emas 2,5 Kg

Berita Utama Senin, 13 Juli 2026 20:25 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Kedok dugaan praktik rasuah yang menyeret Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, kian terang benderang. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi membeberkan bukti visual mencengangkan berupa penyitaan aset senilai total Rp21,2 milar yang didapat langsung dari dua brankas besi milik sang bupati.

Melalui rekaman video yang dirilis di kanal YouTube resmi KPK pada Senin (13/7/2026) dikutip dari detik.com, publik diperlihatkan bagaimana tim penyidik membongkar tempat penyimpanan rahasia yang selama ini digunakan Etik untuk menimbun harta kekayaannya di dua wilayah berbeda, yakni Wonogiri dan Laweyan.

Advertisement

Gurita Setoran OPD di Brankas Jumbo Wonogiri

Satu brankas berukuran raksasa setinggi dada orang dewasa ditemukan penyidik tertanam di sebuah lokasi di Wonogiri. Saat pintu besi tebal itu dijebol, isi di dalamnya sungguh di luar dugaan. Empat laci susun di dalam brankas tersebut penuh sesak oleh bungkusan uang tunai yang hanya diikat seadanya dengan karet gelang.

BACA JUGA:  Siksa ART Indonesia, Dua Pasang Majikan di Malaysia Ditangkap Setelah Videonya Viral di Tanah Air

Bukan hanya mata uang Rupiah, brankas penampungan ini ternyata juga menyimpan berbagai mata uang asing dari berbagai negara.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa isi laci di brankas Wonogiri tersebut merupakan muara dari aliran dana pungutan liar yang ditarik secara berkala dari para bawahannya di lingkungan dinas.

“Jadi ada empat laci susun yang digunakan untuk menyimpan uang dari setoran rutin OPD (Organisasi Perangkat Daerah) maupun upah pungut. Brankas tersebut ada uang rupiah, dolar Australia, dolar Amerika, yen Jepang, ringgit Malaysia,” jelas Budi dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).

Timbunan Logam Mulia Senilai Rp7,3 Miliar di Laweyan

Tak berhenti di Wonogiri, perburuan aset oleh komisi antirasuah berlanjut ke kawasan Laweyan. Di sana, penyidik mengamankan brankas kedua yang ukurannya jauh lebih ringkas. Kendati mini, nilai barang bukti di dalamnya tidak kalah fantastis dengan brankas pertama.

BACA JUGA:  Kronologi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tersangka Megakorupsi dan TPPU

Di dalam brankas Laweyan ini, Etik Suryani tidak sekadar menyimpan uang tunai, melainkan juga mengonversikan kekayaannya ke dalam bentuk instrumen investasi yang aman dari inflasi: puluhan batangan emas murni.

“Brankas yang disimpan di daerah Laweyan ada sejumlah uang tunai juga logam mulia emas sejumlah 25 keping, masing-masing 100 gram, sehingga total seberat 2,5 Kg dengan nilai Rp7,3 miliar,” papar Budi merinci temuan tersebut.

Hingga saat ini, penetapan Etik Suryani sebagai tersangka kasus pemerasan terus bergulir. KPK menegaskan akan melacak lebih jauh kemungkinan adanya aset-aset tersembunyi lain guna memulihkan kerugian keuangan negara akibat praktik upah pungut dan setoran ilegal ini. (Red)

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Sinergi Penegak Hukum: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Sambangi Kejagung, Tekankan Hilangnya Rivalitas

Nasional

Kapolri Temui Jaksa Agung: Tidak Pernah Ada Masalah di Antara Dua Institusi

Nasional

Kronologi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tersangka Megakorupsi dan TPPU

Nasional

Bongkar Dugaan Korupsi Besar di PLN, Asabri, dan Krakatau Steel: Penemuan Brankas Raksasa

BERITA TERBARU

Sinergi Penegak Hukum: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Sambangi Kejagung, Tekankan Hilangnya Rivalitas

Kapolri Temui Jaksa Agung: Tidak Pernah Ada Masalah di Antara Dua Institusi

Kronologi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tersangka Megakorupsi dan TPPU

Gerakan Ayah Mengantar Anak Hari Pertama Sekolah Mendapat Dukungan Resmi di Berbagai Daerah

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

Melirik Dukungan Pusat untuk Perkebunan Jawa Barat

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.