Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Sekjen Gerindra: Tak Perlu Hak Angket untuk Dugaan Kecurangan Pemilu

Sekjen Gerindra: Tak Perlu Hak Angket untuk Dugaan Kecurangan Pemilu

Berita Utama Rabu, 21 Februari 2024 19:46 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
default-no-image
Ilustrasi Berita (GazanaPublika)

Jakarta, GazanaPublika.com – Sekretaris Jenderal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Ahmad Muzani menegaskan bahwa partainya tidak perlu menggunakan Hak Angket untuk menyelidiki dugaan kecurangan dalam Pemilu 2024.

“Ya tentu saja ini kan baru wacana, jadi kita baru akan menyampaikan ini ke depan. Tapi saya kira bagi kami itu sesuatu yang tidak perlu untuk diajukannya Hak Angket,” ujar Muzani kepada wartawan di Media Center Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Jakarta Selatan, Selasa (20/2/2024).

Meskipun begitu, partai yang dipimpin oleh Prabowo Subianto, yang juga merupakan Calon Presiden (Capres) nomor urut 02, tetap menghormati pandangan tersebut.

“Hak angket adalah hak konstitusi yang dimiliki oleh anggota dewan untuk mengajukan sesuatu yang dianggap perlu. Oleh karena itu, kami hormati pandangan tersebut. Akan tetapi, jika hak angket didasarkan pada dugaan adanya kecurangan Pemilu, seluruh dunia memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan demokrasi di Indonesia pada hari Rabu, 14 Februari 2024, dengan hasil yang dianggap spektakuler,” tambahnya.

Muzani mengungkapkan bahwa ratusan juta masyarakat Indonesia telah menggunakan hak pilihnya dalam suasana Pemilu yang tenang dan harmonis. Terlebih lagi, adanya apresiasi dari pimpinan dan tokoh-tokoh dunia.

BACA JUGA:  Media Iran Umumkan Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, Negara Masuki 40 Hari Berkabung

“Semua menyaksikan bahwa pemilu berlangsung dengan baik dan damai. Meskipun di sana-sini masih ada kekurangan, itu tidak bisa diabaikan. Tetapi suasana ini dianggap jauh lebih baik dari Pemilu sebelumnya,” katanya.

“Oleh karena itu, jika Hak Angket dimaksudkan untuk itu, apakah perlu? Karena suasana Pemilu dianggap menuju ke arah yang jauh lebih baik,” tandasnya.

**Ganjar dan Anies dorong penyelidikan Angket**

Diketahui, Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo, mendorong PDIP dan PPP untuk mengajukan hak angket di DPR terkait dugaan kecurangan dalam Pemilu 2024.

Ganjar juga sedang membuka jalur komunikasi dengan partai pendukung pasangan calon nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

Menurut Ganjar, hak angket yang merupakan wewenang penyelidikan DPR menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menuntut pertanggungjawaban KPU dan Bawaslu terkait dugaan kecurangan dalam Pemilu 2024.

Ganjar menegaskan, dugaan kecurangan dalam pemilihan presiden atau Pilpres 2024 harus disikapi, dan partai pendukung dapat mengajukan hak angket di DPR.

BACA JUGA:  BMKG Peringatkan Hujan Lebat Masih Mengguyur Sejumlah Wilayah, Jakarta dan Jawa Barat Masuk Status ‘Siaga’

“Jika DPR tidak siap dengan hak angket, saya dorong penggunaan hak interpelasi DPR untuk mengkritisi kecurangan dalam Pilpres 2024,” kata Ganjar dalam keterangan resmi, Senin (19/2).

Sementara itu, Calon Presiden (Capres) nomor urut satu, Anies Rasyid Baswedan, menegaskan bahwa partai koalisinya mendukung hak angket DPR untuk mengungkap dugaan kecurangan selama Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Partai koalisinya melibatkan Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Keadilan Sosial (PKS).

“Ketika kita mendengar akan dilakukan (hak angket), kami melihat itu sebagai inisiatif yang baik,” kata Anies didampingi Cawapres Muhaimin Iskandar di Posko Tim Hukum Nasional (THN) Anies-Muhaimin (AMIN), Jakarta Selatan, Selasa (20/2).

“Dan Pak Ganjar menyampaikan keinginan untuk angket itu, Fraksi PDIP (di DPR) terbesar. Kami yakin bahwa Koalisi Perubahan, PKB, NasDem, PKS akan siap untuk bersama-sama (menggunakan hak angket),” sambungnya. (Sumber: Nur Habibie/Merdeka.com dari Liputan6.com)

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Kantor BGN Digeledah Kejagung Usai Copot Jabatan Pimpinan, Diduga Terkait Kasus Jual Beli Titik ‘SPPG’

Berita Utama

Kasus Korupsi BGN: Eks Kepala dan Dua Mantan Wakil Resmi Menyandang Status Tersangka

Nasional

Evolusi Kurikulum Kampus: Di Balik Fakta Penutupan Ratusan Program Studi Sepanjang 2026

Nasional

Polda Metro Jaya Siap Buka Kembali Penyidikan Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

BERITA TERBARU

Tren Sengketa Informasi di Jabar Bergeser ke Sektor Pendidikan, Dipicu Alokasi Dana BOS

Kantor BGN Digeledah Kejagung Usai Copot Jabatan Pimpinan, Diduga Terkait Kasus Jual Beli Titik ‘SPPG’

Kasus Korupsi BGN: Eks Kepala dan Dua Mantan Wakil Resmi Menyandang Status Tersangka

Polda Banten Meringkus Debt Collector Yang Melakukan Perampasan dan Penganiayaan Terhadap Personel Brimob

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Menelusuri Potensi Cara Berpikir yang Tertulis dalam Untaian DNA, Ini Cetak Birunya

Mengurai Dialektika Genetika, Epigenetika, dan Jati Diri Klan Leluhur

Kritik dan Dialektika Kebijakan Alokasi Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026

RAGAM

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

AI Bukan Tuhan: Menelanjangi Ilusi Mahatahu di Balik Kecerdasan Buatan

Eksotis, Alami dan Memikat: Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.