Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Mantan Mentan SYL Sempat Menangis Saat Baca Pleidoi

Mantan Mentan SYL Sempat Menangis Saat Baca Pleidoi

Berita Utama Jumat, 5 Juli 2024 19:29 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Lompo (sumber: antaranews.com)

Advertisement

GazanaPublika.com – Dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), tak mampu menahan emosinya saat membacakan pleidoi. SYL, yang dituntut 12 tahun penjara oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menegaskan dirinya tak pernah terbiasa menerima suap.

SYL memulai pembelaannya dengan memaparkan rekam jejak kariernya sebagai birokrat, kepala daerah, hingga menjadi menteri. Ia menekankan bahwa jika ia memang berniat korupsi, hal itu sudah bisa ia lakukan sejak lama ketika masih menjabat di daerah.

Advertisement

“Jika saya memang memiliki niat seperti itu, saya sudah melakukannya sejak dulu menjabat di daerah. Dengan rentang waktu karier saya yang panjang, saya pasti sudah menjadi salah satu orang yang sangat kaya,” ungkap SYL dalam sidang yang digelar pada Jumat (5/7/2024).

BACA JUGA:  Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Saat menyampaikan pleidoinya, SYL terlihat terisak. Ia menceritakan bahwa rumahnya di Makassar masih sering kebanjiran dan menegaskan bahwa ia tidak biasa menerima suap. “Rumah saya di Makassar masih sering kebanjiran. Saya tidak terbiasa disogok. Tunjukkan bukti bahwa saya pernah disogok,” katanya dengan suara bergetar.

SYL juga menjelaskan bahwa selama ini ia selalu memastikan honor yang diterimanya sesuai dengan ketentuan. “Seluruh penerimaan saya adalah honor dan uang perjalanan dinas yang selalu saya tanyakan kepada saudara Kasdi dan Panji, dan mereka selalu menjawab bahwa semuanya sudah sesuai aturan. Saya selalu hati-hati dengan uang yang saya terima,” ujarnya.

BACA JUGA:  Surakman Ditemukan, Pencarian Tujuh ABK KM Arupadhatu I Apa Masih Berlanjut

Sebelumnya, SYL dituntut 12 tahun penjara karena dianggap melakukan pemerasan terhadap anak buahnya dengan total mencapai Rp 44,6 miliar. Jaksa meyakini SYL bersama Sekjen Kementan nonaktif Kasdi dan mantan Direktur Kementan Hatta melakukan tindakan tersebut selama menjabat sebagai Menteri Pertanian pada periode 2020-2023. Uang tersebut diduga dikumpulkan oleh staf khusus SYL, Imam, Kasdi, M Hatta, dan ajudannya, Panji, dari para pejabat eselon I di Kementan untuk kepentingan pribadi SYL.

Sidang kasus ini masih terus berlanjut, dengan publik menantikan keputusan akhir dari pengadilan.

Sumber: detik.com

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version