Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Megawati Ingatkan Pemilu Jangan Jadi Alat Kekuasaan Semata

Megawati Ingatkan Pemilu Jangan Jadi Alat Kekuasaan Semata

Berita Utama Kamis, 28 November 2024 0:55 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: antaranews.com

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta –  Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri, mengingatkan pentingnya menjaga esensi Pemilu, termasuk Pilkada serentak 2024, sebagai sarana demokrasi yang berpihak pada kepentingan rakyat, bukan sekadar alat untuk mempertahankan atau meraih kekuasaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Megawati pada Rabu (27/11/2024) malam, menanggapi pelaksanaan Pilkada serentak yang berlangsung di seluruh Indonesia. Sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan, ia menegaskan bahwa Pilkada merupakan refleksi peradaban bangsa, dengan suara rakyat sebagai cerminan kehendak ilahi.

Advertisement

“Pilkada adalah cermin peradaban bangsa. Suara rakyat adalah suara Tuhan, vox populi vox dei. Pemilu tidak boleh dijadikan alat kekuasaan semata,” ujar Megawati.

BACA JUGA:  Mahfud MD Duga Kasus TPPU Febrie Adriansyah: Tidak Mungkin Cuma Dua Tersangka

Ia menekankan bahwa pemilu harus menjadi ajang bagi rakyat untuk secara bebas menentukan pilihan, tanpa tekanan atau manipulasi dari pihak tertentu. Menurutnya, kemerdekaan Indonesia membawa semangat kedaulatan rakyat, yang harus diwujudkan dalam kebebasan untuk berserikat, berkumpul, dan menyampaikan pendapat sesuai hati nurani.

Megawati juga mengkritik manipulasi dalam proses demokrasi, yang menurutnya merusak hak dan keadilan rakyat. Ia mengingatkan bahwa pemilu langsung yang pertama kali diselenggarakan pada masa kepemimpinannya di tahun 2004, adalah langkah besar dalam memperkuat kedaulatan rakyat.

“Pada 2004, sebagai Presiden RI, saya menggelar pemilu langsung pertama. Saat itu, rakyat benar-benar berdaulat. Kini, kedaulatan rakyat justru dimanipulasi untuk kepentingan kekuasaan,” keluhnya.

BACA JUGA:  Serangan Rudal dan Drone Iran di Yordania, 2 Tentara AS Tewas, 1 Hilang

Megawati menyampaikan kekhawatirannya bahwa penyalahgunaan sistem demokrasi ini dapat berdampak negatif pada masa depan bangsa, sekaligus mempertanyakan keadilan dan hak rakyat yang seharusnya dijunjung tinggi.

“Saya khawatir hal ini akan terus berulang di masa depan. Dimana hak, keadilan, dan kedaulatan rakyat yang seharusnya dijaga?” tutup Megawati.

Pernyataan Megawati menjadi refleksi atas pentingnya menjaga integritas demokrasi di Indonesia, khususnya dalam momen Pilkada serentak 2024, yang menjadi salah satu tonggak dalam sistem politik nasional.

Sumber: Kompas.com

Advertisement

Megawati Soekarno Putri
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Nasional

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Nasional

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

BERITA TERBARU

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version