Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Todung Mulya Lubis: Sebut KPK Tidak Profesional, Hasto Kristiyanto Sudah Lama Jadi Target

Todung Mulya Lubis: Sebut KPK Tidak Profesional, Hasto Kristiyanto Sudah Lama Jadi Target

Berita Utama Kamis, 9 Januari 2025 21:48 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: dok. KAI.or.id

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Ketua Tim Kuasa Hukum Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, yakni Todung Mulya Lubis, menyatakan keberatan atas langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memeriksa Ronald Paul Sinyal (RPS), mantan penyidik yang pernah menangani kasus Harun Masiku. Menurut Todung, tindakan KPK ini mencerminkan upaya untuk menutupi kelemahan dalam pembuktian kasus yang melibatkan Hasto.

“Diperiksanya mantan penyidik dalam kasus Hasto Kristiyanto pada Selasa (8/1) menunjukkan adanya upaya KPK untuk menutupi kekurangan bukti dalam perkara ini. Langkah ini juga mengindikasikan bahwa Hasto telah lama menjadi target,” ujar Todung dalam pernyataan tertulis, Kamis (9/1/2025), dikutip dari detik.com.

Advertisement

Todung menilai, pemeriksaan terhadap penyidik biasanya dilakukan di pengadilan ketika ada perubahan keterangan saksi. Ia pun mempertanyakan etika KPK dalam memeriksa mantan penyidiknya sendiri.

BACA JUGA:  Ojol Akhirnya Menang, Bebas dari Eksploitasi

“Ini sangat tidak lazim, seperti jeruk makan jeruk. Bagaimana mungkin penyidik memeriksa mantan penyidik atas kasus yang sama? Jika praktik ini terus dilakukan, mengapa tidak langsung saja penyidik yang memutuskan seseorang bersalah dan memberikan hukuman?” kritik Todung.

Ia juga mengomentari pernyataan Ronald setelah diperiksa, yang menurutnya cenderung seperti menyimpulkan perkara. Todung menilai pernyataan itu tidak sesuai dengan fakta persidangan terkait kasus Wahyu Kurniawan dkk, yang sudah memiliki putusan hukum tetap.

“KPK harus bertindak profesional dan menjaga etika. Pernyataan mantan penyidik ini justru menguatkan kesan bahwa Hasto menjadi target sejak lama. Bahkan, ia menyebut bahwa Hasto sudah diusulkan menjadi tersangka sejak 2020, tetapi karena tidak berhasil, upaya tersebut terus dilakukan hingga sekarang,” tegas Todung.

BACA JUGA:  Anggaran MBG Terserap Rp139,77 Triliun, BGN Masih Punya Sisa Rp79 Triliun

Todung juga menghubungkan kasus ini dengan pernyataan mantan kader PDIP Maruarar Sirait, yang menurutnya memperlihatkan adanya agenda politik untuk melemahkan PDIP dan Ketua Umumnya, Megawati Soekarnoputri.

“Kasus ini semakin terlihat seperti serangan terhadap PDIP dan Bu Mega. Bahkan, Effendi Simbolon, setelah bertemu mantan Presiden Jokowi, meminta Megawati mundur sebagai Ketua Umum PDIP. Ini membuat kami meragukan murninya kasus ini sebagai upaya penegakan hukum,” tandasnya.

Todung menyimpulkan bahwa lemahnya bukti hukum, termasuk kegagalan KPK menemukan bukti dalam penggeledahan rumah Hasto baru-baru ini, semakin memperkuat dugaan adanya motif lain di balik perkara ini.

Advertisement

KPK
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version