Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Upaya Penangkapan Presiden Yoon Suk Yeol Picu Bentrokan

Upaya Penangkapan Presiden Yoon Suk Yeol Picu Bentrokan

Berita Utama Kamis, 16 Januari 2025 1:32 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com –  Situasi politik Korea Selatan kembali bergejolak. Rabu dini hari (15/1/2025), upaya penyidik dari Kantor Investigasi Korupsi (CIO) untuk menangkap Presiden Yoon Suk Yeol, yang tengah diskors dan dalam proses pemakzulan, berujung bentrokan dengan pengawal presiden di kediaman resminya.

Yoon Suk Yeol, mantan jaksa yang kini menghadapi pemakzulan akibat perintah darurat militer kontroversialnya pada Desember lalu, menjadi sorotan internasional. Jika penangkapan ini berhasil, ia akan menjadi presiden pertama yang ditangkap saat masih menjabat dalam sejarah Korea Selatan.

Advertisement

Bentrokan di Kediaman Presiden

Penyidik CIO bersama polisi tiba di kediaman Yoon dengan membawa surat perintah penangkapan. Namun, mereka dihalangi oleh pengawal presiden dan sekelompok orang tak dikenal yang berjaga di gerbang masuk. Adu fisik pun terjadi saat kedua kubu saling dorong.

BACA JUGA:  Puluhan Ribu Personel Polri Terima Kenaikan Pangkat Mulai dari Bintara hingga Perwira Tinggi

“Saat ini, pelaksanaan surat perintah penangkapan Presiden Yoon telah dimulai,” tegas Choi Sang-mok, penjabat Presiden Korea Selatan. “Ini adalah ujian penting bagi supremasi hukum di negara ini.”

Dalam insiden tersebut, setidaknya satu orang dilaporkan terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Para penyidik bahkan mencoba memasuki kediaman melalui jalur alternatif, namun pengamanan yang ketat, termasuk kawat berduri, barikade, dan penghalang bus polisi, membuat akses menjadi sulit.

Protes dari Pendukung Presiden

Ribuan pendukung Yoon berkumpul di luar kediamannya sambil membawa bendera Korea Selatan dan Amerika Serikat, meneriakkan “surat perintah ilegal!” Sebanyak 30 anggota parlemen dari Partai Kekuatan Rakyat, partai yang mendukung Yoon, turut hadir untuk memblokir penyidik.

BACA JUGA:  Pemerintah Jawab Kritik Dino Patti Djalal Terkait Kehadiran di Pemakaman Khamenei

Sementara itu, pengawal presiden dilaporkan meningkatkan keamanan dengan memasang kawat berduri dan mengubah kediaman resmi menjadi “benteng.” Meski demikian, polisi yang terlibat operasi ini hanya mengenakan rompi antipeluru dan tidak membawa senjata api demi menghindari eskalasi.

Sidang Pemakzulan Tetap Berjalan

Di sisi lain, proses pemakzulan terhadap Yoon telah dimulai. Meski Yoon tidak hadir dalam sidang perdana yang digelar Selasa (14/1/2025), pengadilan menyatakan persidangan akan terus berjalan. Sidang berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Kamis mendatang.

Dengan situasi politik yang kian memanas, perhatian publik kini tertuju pada kelanjutan upaya penangkapan dan hasil persidangan pemakzulan yang dapat menentukan masa depan kepemimpinan Korea Selatan.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Berita Utama

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Berita Utama

Aktivis AMPB Kecewa Puan Maharani Tak Temui Massa Aksi Secara Langsung

Berita Utama

Ruben Onsu Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Awal Mula Dugaan Penipuan Investasi

BERITA TERBARU

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

Prabowo Bahas Penyesuaian Syarat Rekrutmen Warga Dayak Pedalaman Jadi Prajurit TNI

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.