Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Mahasiswa Surabaya Gelar Aksi Massa, Tolak Kebijakan Pemerintah yang Dinilai Meresahkan

Mahasiswa Surabaya Gelar Aksi Massa, Tolak Kebijakan Pemerintah yang Dinilai Meresahkan

Berita Utama Senin, 17 Februari 2025 20:36 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,Surabaya – Seluruh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya dan sekitarnya turun ke jalan pada Senin (17/2/2025) untuk menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Jawa Timur (Jatim). Ribuan massa aksi ini digelar sebagai bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai meresahkan dan tidak berpihak pada rakyat.

Dilansir dari suarasurabaya.net, mahasiswa yang berpartisipasi dalam aksi tersebut mengenakan almamater kampus masing-masing, seperti Universitas Airlangga (Unair), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), UPN Veteran Jawa Timur, dan UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Selain itu, terlihat pula bendera-bendera organisasi ekstra kampus seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Advertisement

Aulia Thaariq Akbar, koordinator lapangan aksi Aliansi Jatim Menggugat sekaligus Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (Unair), menjelaskan bahwa aksi ini digelar sebagai respons terhadap 100 hari kerja pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang dinilai penuh dengan kebijakan meresahkan dan menindas. “Ini mencederai cita-cita reformasi. Kami muak melihat hak-hak rakyat dirampas atas nama efisiensi, sementara kepentingan elite terus diutamakan,” katanya.

Aliansi Jatim Menggugat, kata Aulia, dengan tegas menolak segala bentuk kebijakan yang tidak pro-rakyat, salah satunya adalah efisiensi anggaran di sektor pendidikan. “Sudah terlalu banyak kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat, oleh karenanya keresahan masyarakat mulai tak terbendung,” terangnya.

BACA JUGA:  Prabowo Sindir Pihak Keluhkan Beras Mahal: "Suruh Ikut Tanam Padi Sendiri, Kami Siapkan Lahannya"

Dalam aksi unjuk rasa yang digelar, Aliansi Jatim Menggugat menyampaikan sejumlah pernyataan sikap sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat. Mereka menyoroti berbagai isu yang dinilai berdampak besar bagi masyarakat, terutama dalam sektor pendidikan, hukum, dan lingkungan.

Salah satu tuntutan utama adalah penolakan terhadap efisiensi anggaran di sektor pendidikan, yang dianggap mengancam masa depan bangsa dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Selain itu, mereka juga memperjuangkan hak-hak dosen yang selama ini terbengkalai, seperti Tunjangan Kinerja (Tukin) bagi dosen ASN, serta mendesak pemerintah untuk lebih memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik.

Dalam aspek kebijakan sosial, aliansi ini menuntut evaluasi terhadap program Makan Bergizi Gratis dengan mempertimbangkan efektivitas, transparansi, dan dampaknya terhadap masyarakat luas. Mereka juga dengan tegas menolak penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di lingkungan kampus, karena dinilai dapat merusak lingkungan akademik, mencederai independensi perguruan tinggi, serta bertentangan dengan prinsip keberlanjutan.

BACA JUGA:  Tarif Khusus 17 Agustus di Jakarta Diubah: Dari Rp1 Menjadi Rp8

Di bidang hukum, mereka menolak revisi Tata Tertib DPR RI Nomor 1 Tahun 2025, khususnya Pasal 288A Ayat 1, yang dikhawatirkan dapat membatasi partisipasi masyarakat dalam mengawasi kinerja legislatif serta melemahkan prinsip demokrasi. Selain itu, mereka juga menolak rencana revisi UU KUHAP dan UU Kejaksaan, karena berpotensi menciptakan tumpang tindih hukum dalam proses peradilan dan membuka peluang terjadinya kekuasaan absolut di tubuh kejaksaan.

Aliansi Jatim Menggugat juga menyoroti persoalan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), menuntut kejelasan dan evaluasi terhadap kelangsungan proyek tersebut. Mereka juga menyerukan reforma agraria dengan mendesak pencabutan proyek strategis nasional yang dinilai merugikan masyarakat, seperti Surabaya Waterfront Land, serta penghapusan Hak Guna Bangunan (HGB) ilegal di berbagai daerah di Jawa Timur.

Selain itu, mereka juga meminta pemerintah mencabut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 serta menghapuskan peran ganda TNI/Polri dalam sektor sipil, yang dinilai menyimpang dari cita-cita Reformasi.

Aksi ini menjadi bukti nyata keresahan mahasiswa dan masyarakat terhadap kebijakan yang mereka anggap tidak adil. Dengan penuh semangat, mereka menyuarakan aspirasi demi terciptanya keadilan, transparansi, serta kebijakan yang benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat.

Advertisement

Aksi Mahasiswa Pemerintah
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Daerah

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Daerah

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version